Perkosa ABG di Kantor Polisi, Briptu Nikmal Idwar Coreng Dipecat!

Kelakuan Briptu Nikmal Idwar, anggota Polsek Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara mencoreng korps Polri. Ia diduga melakukan pemerkosaan terhadap anak perempuan berusia 16 tahun di dalam kantor polisi.

Terkait hal ini, Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Edwin Partogi Pasaribu menyesalkan perbuatan NIkmal. Karena menurutnya, seharusnya Polri mengayomi dan melindungi masyarakat, ini justru sebaliknya.

“Bukannya menjadi pelindung, ulah oknum itu membuat citra Polri tercoreng. Markas polisi yang seharusnya aman, kini malah terkesan menakutkan bagi masyarakat,” tegasnya, dalam keterangan resmi, kemarin.

Edwin juga mendesak agar pelaku yakni Briptu Edwin diproses hukum secara transparan. Hal itu menurutnya penting agar kepercayaan masyarakat dan kewibawaan Polri sebagai pelindung dan pengayom masyarakat dapat kembali pulih. Edwin menyatakan LPSK siap membantu penyidik dalam proses hukum, khususnya memberikan perlindungan terhadap saksi-saksi pada kasus perkosaan tersebut.

“Pihak-pihak yang memiliki informasi dan mengetahui kejadian itu dapat bersuara membantu penyidik, tak perlu takut adanya intimidasi atau ancaman. Pelaku adalah aparat negara dan lokasi kejadian di rumah negara,” ketusnya.

Adapun LPSK kata Edwin, akan menurunkan tim menemui korban guna melakukan asesmen medis dan psikologis serta berkoordinasi dengan Kapolda Maluku Utara untuk mengetahui perkembangan proses hukumnya kasus pemerkosaan itu. Sebagaimana amanat Undang-Undang Perlindungan Saksi dan Korban, korbannya dapat mengakses layanan dari negara melalui LPSK antara lain perlindungan fisik, rehabilitasi psikologis dan psikososial. Korban juga dapat mengajukan tuntutan ganti rugi (restitusi) terhadap pelaku yang perhitungannya nanti dilakukan oleh LPSK.

Briptu Nikmal Dipecat dari Polri

Sementara itu, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Irjen Ferdy Sambo dalam keterangan tertulisnya menyatakan, Briptu Nikmal dipecat tidak dengan hormat dan hukuman seberat-beratnya.

Pemberhentian tidak hormat terhadap Briptu Nikmal sudah sesuai dengan Pasal 7, 8, dan 10 dalam Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri, serta Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri. Untuk proses pemberhentian tidak hormat, Polda Maluku Utara dan Divisi Propam Polri akan memprosesnya.

”Perbuatan pencabulan dan persetubuhan yang dilakukan Brigadir Satu Nikmal Idwar, anggota Polsek Jailolo, Halmahera Barat, Maluku Utara, terhadap korban di bawah umur telah menggores hati Institusi Kepolisian Republik Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia menyampaikan permohonan maaf kepada rakyat Indonesia terhadap perbuatan keji dan biadab tersangka,” kata Ferdy Sambo.

“Bid Propam Polda Maluku Utara dan Div Propam Polri akan memproses pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) kepada yang bersangkutan melalui mekanisme Sidang Komisi Kode Etik Profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud Pasal 35 UU No 2/2002,” kata dia.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here