Jokowi Bergeming Sikapi Manuver Politik Moeldoko Tanda AHY Masih Belum Aman

Sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tetap bergeming atas manuver politik anak buahnya di Kabinet, yakni Kepala KSP, Moeldoko memberikan sinyal kepada Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk waspada terhadap gerakan serupa di kemudian hari. Selain itu, sikap Jokowi juga tidak baik untuk pendidikan demokrasi.

“Jika memang tidak ada ketegasan sikap dari Istana Presiden, maka sebaiknya AHY perlu terus waspada,” ujar Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs (Indostrategic) A. Khoirul Umam, Sabtu (10/4/2021).

Pendapat Dosen Universitas Paramadina ini, terkait dengan gugatan Moeldoko ke PTUN akan menunjukkan sejauh mana indepensi pengadilan menghadapai Kongres Luar Biasa (KLB) sepihak yang diinisiasi oleh mantan Panglima TNI era SBY itu.

“Apakah benar-benar bisa lepas dari intervensi dan tekanan kekuasaan atau tidak. Sementara sejarah politik di Indonesia menujukkan kecenderungan, pihak-pihak yang didukung oleh elemen pemerintah, biasanya dimenangkan pengadilan,” demikian kata Umam.

Saran Umam kepada AHY, sebaiknya tidak merasa aman terlebih dahulu.

Pengamatan Umam, penolakan pengajuan hasil KLB versi Moeldoko merupakan babak awal dinamika politik di Partai berlambang mercy itu.

“Karena pengesahan SK Kemenkumham baru babak satu dari proses lanjutan sengketa politik, yang meliputi gugatan tingkat pertama (PN atau PTUN) dan langsung menuju kasasi di MA,” tutur Umam.

Umam menyarankan AHY untuk fokus melakukan kerja politik hukum.

“Dan betul-betul mengawal proses gugatan dan putusan pengadilan,” tandas Umam.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here