Tak Hanya Matikan Demokrasi, BuzzerRp Juga Mengubur Ide Besar Rizal Ramli Dalam Menyelamatkan Indonesia Dari Krisis

Tokoh nasional, Rizal Ramli, kembali mengingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menertibkan para pendengung bayaran di sosial media yang kerap disebut BuzzerRp agar demokrasi di Indonesia bisa sehat.

Menurut tokoh gerakan mahasiswa 77/78 itu, para BuzzerRp itu hanya mampu membuat ilusi dan mempabrikasi kebohongan untuk memecah belah anak bangsa.

“BuzzerRP menghadirkan ilusi, mempabrikasi kebohongan demi kebohongan, memecah belah anak bangsa, dan akhirnya merusak fondasi demokrasi. Mereka dipelihara oleh kekuasaan. Cc @jokowi Mas @Dr_Moeldoko,” tulis Rizal Ramli, dalam akun twitternya @ramlirizal.

Rizal Ramli meyakini dampak dari perilaku BuzzerRp akan merusak kewibawaan Presiden Jokowi dan menodai citra pemerintah. Pasalnya, narasi yang digunakan sangat tidak ilmiah dan selalu ada unsur body shaming terhadap para kritikus yang selalu memaparkan solusi terhadap permasalahan bangsa.

“@jokowi tidak mentertibkan buzzerRP dan influenser2 nora sehingga rusak citra Jokowi. YLBHI menyayangkan @jokowi tak mau tertibkan para buzzerRP padahal sangat merusak dan menodai citra istana Jokowi sendiri,” sesalnya.

Mantan Anggota Tim Panel Ekonomi PBB itu juga mempertanyakan jika influencer norak dan perusak bangsa itu tidak dibiayai oleh financier Jokowi apakah akan lebih baik bagi image dan kesatuan bangsa.

“Saya mau tanya apakah jika BuzzerRP dan influenser2 nora, yg merupakan sampah demokrasi, yg terus memecah bangsa dihapuskan /tidak dibiayai lagi oleh financier2 @jokowi akan lebih baik untuk image @jokowi dan kesatuan bangsa?” tanya Rizal.

Sebagai mantan Menko Kemaritiman, Rizal Ramli mengaku mendapat serangan dari pendukung Jokowi di media sosial denga tiga kata.

“Ketika buzzerRP hanya punya 3 kata untuk menyerang RR: nyinyir, pecatan, tua — susah untk tidak menduga IQ mereka ada,” tutur Rizal Ramli.

Mantan Menko Ekuin era pemerintahan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur itu mengatakan, dirinya di-reshuffle Presiden Jokowi karena mendapat bujukan Jusuf Kalla, lantaran bisnisnya terganggu. Padahal, sebelumnya, Jusuf Kalla dipecat oleh Presiden Gus Dur karena dia bermain dalam impor beras.

“Yg dipecat Gus Dur itu Jusuf Kala krn main impor beras. Jabatan JK sebagai Kepala Bulog digantikan RR, yg dalam setahun naikin untung Bulog. RR dipecat Jokowi atas bujukan JK, yg bisnis Peng-Peng nya diganggu RR terutama objekannya di PLN. Jkw juga dibujuk taipan reklamasi untuk pecat RR krn stop reklamasi. Gitu aja repot,, cerdas dikit kek,” tuit Rizal Ramli di bagian lain dari Twitternya.

Solusi Rizal Ramli Terkubur dengan Narasi Bodoh BuzzerRP

Kegeraman terhadap BuzzerRp juga dirasakan Komika, Sammy Notaslimboy. Menurutnya, efek dari perilaku pendengung bayaran di sosial media membuat sejumlah perusahaan BUMN mengalami kerugian besar.

Misalnya, kerugian yang diderita PLN dan Garuda. Baru-baru ini Menteri BUMN Erick Thohir blak-blakan menyebut utang PT PLN mencapai Rp 500 triliun.

Sebelum itu, Dirut Garuda Irfan Setiaputra telah lebih dulu mengurai kondisi keuangan di perusahaannya. Per bulan Mei kemarin, Garuda terlilit utang hingga Rp 70 triliun dan diprediksi utang akan bertambah Rp 1 triliun setiap bulannya.

Kerugian perusahaan plat merah itu, menurut Sammy, ada korelasinya dengan perilaku BuzzerRp. Karena, kata Sammy, faktanya kerugian dua perusahaan besar tersebut sudah diprediksi lama oleh ekonom senior, DR. Rizal Ramli dalam kicauannya di Twitter.

Sejak periode pertama Jokowi, Rizal Ramli sudah mewanti-wanti bahwa PLN akan merugi besar. Salah satu yang dia tentang adalah proyek pembangkit listrik 35 ribu megawatt.

Kala itu, Rizal Ramli sudah mengingatkan bahwa proyek tersebut berbahaya bagi keuangan PLN. Sebab, pertumbuhan ekonomi saat itu mandek di angka 5 persen, sehingga sulit bagi PLN untuk balik modal.

Tidak hanya PLN, Rizal Ramli juga sudah mengingatkan kepada Jokowi bahwa Garuda akan merugi besar sejak di periode pertama. Mantan Menko Kemaritiman itu sempat mengkritik habis rencana Garuda membeli sejumlah pesawat jenis Airbus A350.

Baginya, pesawat tersebut hanya cocok untuk rute luar negeri atau ke Eropa. Sementara kelas penerbangan ini bisnisnya sangat sengit.

“Soal Garuda dan PLN pak RR sudah ingatkan sebelumnya. Jejak digitalnya lengkap. Tapi kan biasanya dibunuh karakternya sama BuzzerRp atau pendukung garis keras pakai narasi ‘pecatan menteri’,” kesal Sammy lewat akun Twitter pribadinya, Jumat (4/6/2021).

Aktivis 98 itu kini meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang telah menggunakan jasa BuzzerRp. Sebab, kini Indonesia harus mengalami kerugian yang besar dan sulit untuk bisa ditutupi.

“Sekarang kalau udah rugi gede-gedean gimana? Biadab emang lu pada,” kesalnnya lagi. “BUMN ruginya nggak bisa ditutup-tutupi lagi. Ibu kota baru mah jalan terus,” tutup Sammy.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here