Rizal Ramli: Tiga Pilihan untuk Jokowi Jika Ingin Dihargai Setelah Tak Jadi Presiden!

Bicaralah.com - Tokoh nasional Rizal Ramli menghadiri peresmian kantor Prodem di kawasan Jalan Veteran, Gambir Jakarta Pusat, sore ini. Pada kesempatan itu, ia bertanya kepada aktivis Prodem mengenai demokrasi di Indonesia.

“Selamat atas peresmian kantor baru Prodem. Tanda-tanda perubahan akan terjadi, apalagi jaraknnya dengan istana hanya 300 meter,” tegas Rizal.

Ia kemudian menceritakan bahwa pada jaman Orde Baru, aktivis Prodem berhasil merubah sistem pemerintahan yang otoriter kepada arah demokrasi.

” Tapi kemenangan itu hanya sementata, Anasir-anasir otoriter dan koruptif merebut kembali kekuasaan, membalikkan tonggak-tonggak kemenangan, membangun ulang sistem otoriter sehingga indeks demokrasi anjlok 30 peringkat,” jelasnya.

Selain itu menurutnya, saat ini pemerintah juga membangun labyrinth KKN dan sistem dinasti politik. ” KKN semakin meluas bahkan KPK dilumpuhkan,” sambungnya.

Rizal juga bertanya kepada aktivis Prodem di lokasi peresmian:

“Apakah kita akan diamkan,apakah wajib kita lawab sistem otoriter, apakah rakyat sudah bersama kita, apakah waktunya sudah tiba, apakah yakin rakyat akan menang?,” tanya Rizal.

Ia juga menambahkan, bahwa sistem demokrasi hari ini harus dirubah. “Kita ubah menjadi demokrasi yang bersih, amanah, dan hanya ada tiga pilihan:

1. 2021-2024: akan semakin sulit, semakin anjlok, adu-domba karena pemimpin tidak satu Niat-Kata-Tindakan. Apakah kita tega membiarkan bangsa kita terperosok semakin dalam ?
2. Jkw dengan sukarela mengundurkan diri, menyerahkan ke pimpinan yang tangguh, yang memiliki integritas dan kompetensi untuk mengeluarkan Indonesia keluar dari krisis, bangkit dan maju. Jika Jkw mengundurkan diri, apakah kita akan maafkan atau tidak ?
3. Demokrasi kriminal hari ini merusak sendi2 demokrasi, tidak setia kepada rakyat dan tujuan kemerdekaan. Kita ubah jadi demokrasi bersih dan amanah — baru demokrasi bekerja untuk keadilan dan kemakmuran rakyat, bukan untuk bandar dan oligarki !

“Baru tahun 2021, Jokowi sudah ditinggalkan oleh rakyat dan partai2, padahal masih 3 tahun lagi 2024. Pasca-Presiden, Jkw akan power-less, almost nobody. Jika Jkw ingin tetap punya pengaruh paska-presiden, Jkw sebaiknya mendukung penghapusan threshold, jadi 0%. Hanya dengan cara itu, Jkw punya arti setelah berganti jadi Presiden. Tinggal pilih: punya arti atau tiada arti ,” tutupnya.

 

 

 

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here