PPP: Pilpres Bila Hanya Diikuti Dua Paslon Dampak Perpecahannya Terasa Cukup Panjang

Bicaralah.com - Wakil Ketua Umum DPP PPP, Arsul Sani, mengatakan, penjajakan pembentukan koalisi menuju Pilpres 2024 bukanlah hal yang prioritas. Hal terpenting adalah bagaimana menciptakan Pilpres 2024 sebagai hajatan demokrasi yang lebih baik dari gelaran sebelumnya. Salah satunya adalah bagaimana menghadirkan lebih dari dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

“Kita perlu mendorong pilpres diikut lebih dari dua pasang meski konsekuensinya nanti ada putaran kedua,” ujar Arsul, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (4/6/2021).

Bagi PPP, sambung wakil ketua MPR itu, sudah ada dua contoh di mana pilpres diikuti dua paslon, yakni 2014 dan 2019. Khusus pada Pilpres 2019, dampak perpecahannya terasa cukup panjang.

“Kenapa harus lebih dua pasangan calon, menurut PPP pembelahan yang terjadi potensi pembelahan masyarakat yang terjadi kalau pilpres diikuti dua pasang recovery costnya biaya pemulihannya sangat mahal by social,” tutur Arsul.

Arsul mengakui, memang kalau ajang pilpres diikuti lebih dari dua pasangan calon, maka ada potensi digelar dua putaran. Tetapi, pembelahan yang mungkin terjadi bisa diminimalkan sekalipun putaran keduanya hanya diikuti dua paslon.

“Ketika sudah melewati putaran pertama tanpa pembelahan yang tajam maka rasanya pilpres itu secara kualitas akan lebih baik, itu yang kita yakini hari ini,” pungkas Arsul Sani.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here