Mayjen Dudung Diangkat Jadi Pangkostrad, Apa Ada Hubungannya Dengan Pencopotan Baliho Rizieq?

Bicaralah.com - Mayjen Dudung Abdurachman sudah tidak lagi menduduki jabatannya sebagai Pangdam Jaya. Pria kelahiran 19 November 1965 dipercaya Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). Pengangkatan itu berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/435/V/2021 tanggal 25 Mei 2021.

Mayjen Dudung sempat menjadi sorotan publik saat memerintahkan anggota TNI AD mencopoti baliho Habib Rizieq Shihab di Petamburan, Jakarta Pusat. Mulanya, sejumlah pria berbaju loreng mencopot baliho Rizieq menjadi viral di media sosial.

“Ada berbaju loreng menurunkan baliho Rizieq, itu perintah saya, karena beberapa kali Pol PP menurunkan, dinaikkan lagi. Itu perintah saya,” ujar Mayjen Dudung di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2020).

Mayjen Dudung mengatakan semua pihak harus taat terhadap hukum yang ada di Indonesia, termasuk dalam hal pemasangan baliho. Mayjen Dudung menyatakan, bila perlu, FPI dibubarkan saja. Pernyataan itu diucapkan sebelum pemerintah melarang FPI.

“Begini, kalau siapa pun di republik ini, ini negara hukum, harus taat kepada hukum, kalau masang baliho udah jelas ada aturannya, ada bayar pajak, dan tempat ditentukan. Jangan seenaknya sendiri, seakan-akan dia paling benar, nggak ada itu. Jangan coba-coba pokoknya. Kalau perlu, FPI bubarkan saja itu, bubarkan saja. Kalau coba-coba dengan TNI, mari,” katanya.

Karir Mayjen Dudung Terbilang Moncer

Mayjen Dudung adalah perwira TNI lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1988 dari cabang infanteri. Usai lulus pendidikan, Dudung mengawali karier sebagai Dandim 0406/Musi Rawas di Sumatera Selatan.

Mayjen Dudung dua kali menjadi komandan kodim (dandim). Setelah menjabat Dandim Musi Rawas, ia diangkat menjadi Dandim 0418/Palembang.

Karier Mayjen Dudung pun mulai melesat setelah menjadi Aspers Kasdam VII/Wirabuana pada 2010. Ia lalu diangkat menjadi Danrindam II/Sriwijaya. Pria yang pernah menjadi loper koran ini lalu dipromosikan sebagai Dandenma Mabes TNI.

Pada 2015, Mayjen Dudung dipromosikan sebagai Wagub Akmil hingga 2016. Setelahnya, jenderal bintang dua itu menjadi staf khusus KSAD dan Waaster KSAD.

Hingga pada 2018, Mayjen Dudung dipromosikan sebagai Gubernur Akmil. Lalu ia diangkat sebagai Pangdam Jaya pada 27 Juli 2020 menggantikan Letjen Eko Margiyono.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here