Begini Cara Din Syamsuddin Hadapi Tuduhan Radikalisme

Gurubesar Politik Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Din Syamsuddin, mengimbau umat Islam untuk tetap tenang dan bersabar saat menghadapi tuduhan radikal. Selain itu, umat Islam harus yakin dan terus berdoa, “wamakaru wamakarallah, wallahu khairul makirin”, yang artinya mereka merekayasa dan Allah merekayasa. Sesungguhnya Allah adalah sebaik-baik perekayasa.

“Tenang saja. Biar mereka berulah. Lihatlah sambil tertawa,” kata Din Syamsuddin saat berbincang dengan redaksi, Kamis (6/5/2021).

Hal itu mutlak perlu disertai dengan tekad semua elemen umat Islam untuk bersatu dengan menghilangkan egoisme kelompok, sambil menahan diri dan tidak terjebak ke dalam hasutan atau provokasi untuk terlibat dalam tindak kekerasan.

Karena, menurut Din, kelompok-kelompok penuduh radikal sebenarnya tidak mengamalkan Pancasila. Untuk itu, umat Islam justru perlu tampil mengawal Pancasila dan UUD 1945 yang telah disepakati oleh para pendiri negara.

“Saya menilai tuduhan radikal terhadap umat Islam bersifat kontra produktif dan akan menjadi boomerang bagi pelakunya. Jika tuduhan demikian tidak segera dihentikan maka terdapat dua kemungkinan,” tukasnya.

Pertama, ada dari kalangan Islam yang akan melawan dalam rangka pembelaan diri secara radikal pula (cara radikal dilawan dengan cara radikal).

Kedua, kekuatan politik dan sosial Islam akan bersatu dengan dukungan massa luas yg akan tampil mengawal Negara Pancasila dan mengenyahkan kelompok-kelompok penuduh radikal yang hanya bertopeng pada Pancasila.

“Kedua kemungkinan ini memiliki alasan kuat dan momentum untuk wujud,” pungkas Din Syamsuddin.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here