Kontroversi PP 57/2021 Soal Bahasa Indonesia dan Pancasila, Jokowi Justru Pertahankan Nadiem?

Entah apa yang ada dalam pemikiran Presiden Jokowi, mengingat kinerja Mendikbud Nadiem Makarim banyak pihak yang menyebutnya tak mampu bertugas dan menyelesaikan berbagai polemik pendidikan di Indonesia, namun masih dipertahankan jabatannya.

Jokowi masih menetapkan pendiri Gojek itu menjadi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Rabu (28/4).

Adapun pelantikan ini berdasar Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 72/P Tahun 2021 tentang Pembentukan dan Pengubahan Kementerian serta Pengangkatan Beberapa Menteri Negara Kabinet Indonesia Maju Periode Tahun 2019-2024. Belakangan ini, menteri termuda di Kabinet Indonesia Maju itu menjadi sorotan luas. Kritik kepada Nadiem muncul menyusul kontroversi Kamus Sejarah Indonesia Jilid I.

Padahal, Nadiem dianggap sebagai sosok di balik Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan yang meniadakan mata pelajaran Pancasila dan Bahasa Indonesia.

Ironis, Nadiem  justru memperoleh tambahan kepercayaan setelah Presiden Jokowi menggabungkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Kementerian Riset dan Teknologi. Nadiem pun mengaku bersyukur dengan statusnya sebagai Mendikbudristek.

“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Bapak Presiden Joko Widodo dan seluruh rakyat Indonesia untuk mengemban amanah baru dalam upaya memajukan Indonesia,” kata Nadiem usai pelantikan.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here