Ziarah Kubur Dilarang Mall Tetap Buka, Ini Kata Wagub DKI

Bicaralah.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Rizal Patria angkat bicara terkait adanya larangan ziarah kubur. Namun menariknya, disaat atuyran tersebut harus dijalankan, mall justru diperbolehkan buka.

Diketahui, larangan ziarah kubur lebaran berlaku pada 12-16 Mei 2021. “Kebijakan penutupan pemakaman sementara sampai hari Minggu dimaksudkan agar tidak terjadi kerumunan, karena kita tahu ziarah kubur di musim lebaran ini sangat padat,” ujarnya, dikutip dari akun @arizapatria di Instagram, Sabtu (15/5).

Ia menjelaskan, bahwa di pemakaman berpotensi menjadi tempat kerumunan pada musim lebaran ini. Terlebih menurutnya, biasanya yang berziarah mulai dari kakek nenek hingga cucu. “Di situ dapat berpotensi kerumunan pada akhirnya dapat menularkan,” jelas Riza.

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta Syamsul Ma’arif sebelumnya, menilai Pemprov DKI tak paham soal ziarah kubur yang merupakan bagian dari budaya Betawi. Menurut Syamsul, ziarah kubur lebih baik diatur dan dipantau daripada dilarang.

Selain itu, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Fadli Zon juga mengkritik kebijakan tersebut. Ia lantas meminta DKI turut menutup mal-mal di Jakarta. Fadli mempertanyakan alasan Anies melarang warga ziarah kubur. Dia menyinggung soal keadilan dalam kebijakan itu.

Namun demikian, Riza mengakui bahwa mal dan pusat perbelanjaan memang juga berpotensi kerumunan. Namun, ia memastikan bahwa selama ini di mal sudah ada aturan pembatasan kapasitas.

“Memang mal dan lain-lain juga berpotensi kerumunan, cuma kan sudah dibatasi, kan tempat pariwisata masuknya dibatasi 30 persen dan secara online. Kalau di kuburan kan eggak bisa secara online, sulit membatasinya. Makanya ditutup pilihan terbaiknya,” tutupnya.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here