Wakil Bupati Sangihe Meninggal Tragis, Komnas HAM Desak Polri Usut Tuntas!

Misteri kematian Wakil Bupati Sangihe, Sulawesi Utara, Helmud Hontong menyita perhatian publik. Pasalnya, kepala daerah tersebut meninggal dunia di dalam pesawat dengan kondisi keluar darah dari hidung dan telinga.

Kini, Komnas HAM mendesak pihak kepolisian untuk mendalami peristiwa tersebut. Karena wafatnya Helmud sempat menjadi perbincangan. Pasalnya, ia meninggal setelah tak lama meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mencabut IUP perusahan tambang di wilayahnya.

Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) juga sempat meminta kepolisian untuk mengusut tuntas kematian Helmud. Jatam merasa janggal dengan kematian Helmud yang getol menolak izin tambang emas di wilayahnya.

“Jika ada dugaan tindak pidana, dalam suatu peristiwa meninggalnya seseorang, polisi wajib melakukan lidik. Tujuannya untuk mengumpulkan petunjuk dan bukti,” ujar Komisioner Komnas HAM Amirudin, Sabtu, 12 Juni 2021.

Ia mengatakan, dengan masuknya Polisi dalam menyelidiki peristiwa tersebut, maka akan menyingkap apa yang sebenarnya terjadi. Sehingga tidak berkembang luas rumor yang ada di masyarakat.

“Dengan adanya giat lidik dari polisi, maka peristiwa itu akan menjadi peristiwa hukum. Kerja polisi dalam lidik itu mesti dihormati oleh semua pihak,” sambungnya.

Selain itu, Ia juga berharap pihak-pihak yang memiliki informasi terkait kematian Wakil Bupati Sangihe untuk terbuka menyampaikan kepada Polisi. Sehingga proses penyidikan itu menjadi semakin mudah.

“Pihak-pihak terkait yang memiliki keterangan perlu mendukung kerja-kerja polisi dalam lidik. Dengan demikian, hak asasi seseorang untuk mendapatkan keadilan secara hukum akan bisa terpenuhi,” tutupnya.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here