Utang Segunung, Pandemi ‘Comeback’ Analis: Pemerintah Menyerahlah!

Update penambahan corona di Jakarta masih cukup tinggi pada Selasa 22 Juni 2021. Kementerian Kesehatan mencatat jumlah kasus pasien baru dan update corona di Jakarta pada Selasa 22 Juni 2021 mencapai 3.221 atau lebih rendah dibandingkan dengan penambahan hari Senin (21/6) sebanyak 5.014 orang.

Tentunya hal ini membuat aktivitas masyarakat kembali terhenti guna memutus mata rantai penyebaran vorus asal Wuhan tersebut.

Masalah ini tentunya akan kembali menambah pukulan telak bagi berbagai macam sektor industi yang pada tahun lalu sudah mengalami masalah besar. Misal saja pemutusan hubungan kerja (PHK) dimana-mana terjadi.

Akibatnya, tingkat pengangguran juga naik drastis. Bahkan, Kepala BPS, Suhariyanto, mengatakan sebelumnya bahwa tingkat pengangguran di Indonesia pada tahun 2020 lalu sudah mencapai 2, 56 juta penduduk dari 29,12 juta penduduk usia kerja. Pandemi Covid-19 turut memberikan imbasnya dalam jumlah pengangguran tersebut.

Dimana jumlah angkatan kerja pada Agustus 2020 sebanyak 138,22 juta orang, naik 2,36 juta orang dibanding Agustus 2019. Sejalan dengan kenaikan jumlah angkatan kerja, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga naik sebesar 0,24 persen poin.

Tentunya, tak hanya di sektor pekerja, di area pariwisata juga dipastikan akan mengalami hal yang sama. Pasalnya, tahun lalu saja banyak lokasi pariwisata yang ditutup, dan mengakibatkan pendapat daerah juga menurun.

Indonesia Kembali Mengulang Sejarah Buruk Pandemi covid-19

Mengingat Indonesia kembali mengalami pengulangan sejarah buruk dalam penanganan covid-19, maka bisa dipastikan angka-angka yang tercatat dalam ekonomi juga bisa bertambah drastis. Artinya jika penanganan sama dengan tahun lalu, maka bisa dipastikan tinggal ditambah dengan angka pada tahun 2020 lalu, baik ekonomi, pengangguran, maupun kerugian yang terjadi di sektor industri.

Sebagaimana diketahui, hingga akhir Desember 2020, total utang pemerintah sudah mencapai Rp 6.074,56 triliun. Posisi utang ini naik cukup tajam dibandingkan dengan akhir tahun 2019 lalu. Dalam satu tahun, utang Indonesia bertambah Rp 1.296,56 triliun dari akhir Desember 2019 yang tercatat Rp 4.778 triliun.

Sementara itu, Dikutip dari APBN KiTa yang secara rutin dirilis Kementerian Keuangan, posisi utang pemerintah Indonesia per akhir April 2021 adalah tercatat sebesar 6.527,29 triliun.

Analis sosial Universitas Bung Karno mengatakan, sudah waktunya pemerintah mengaku menyerah, karena jelas tidak bisa menangani berbagai hal yang terjadi di Indonesia.

“Sektor industri, perusahaan sudah keok, urus pandemi gak berhasil, sementara negara-negara di Asia Tengara pada umumnya sudah bisa kumpul dan melakukan sekolah. Ini kerja pemerintah apa?,” tegasnya dalam keterangan resmi, kemarin di Jakarta.

Jika Masalah Tak Selesai, RI dalam Kondisi Berbahaya, Asing Bisa Masuk!

Muda juga menegaskan, bahwa pemerintah jelas tidak fokus dalam menangani pandemi covid-19 pada tahun lalu. “Gimana mau fokus, yang diurus pindah ibu kota lah, infrastrutur lah, bahkan urus RUU beberapa kali di DPR itu dimasa pandemi, gak mencerminkan budaya serius kerja,” ketusnya.

Ia menambahkan, dengan kondisi pandemi ulang covid-19 yang terjadi di tahun ini, sudah waktunya pemerintah mengajak pihak-pihak di luar pemerintah yang lebih kompeten, agar masalah di berbagai hal bisa teratasi.

“Pemerintah, menyerahlah, jangan keras kepala, jika demi bangsa. Mau sampai berapa orang yang meninggal dunia, lihat saja banyak anak bangsa yang meninggal dunia karena covid-19, tapi pejabat kita masih asik-asik urus Pilpres 2014.

“Padahal kematian di depan mata, ralyat sedang ketakutan dengan pandemi susulan ini. Sepertinya lupa kalau pemerintah, pejabat negara itu bekerja untuk rakyat. Lah, ini kok gak mikir panjang buat rakyat yang dipimpin.

“Utang makin meningkat, pengangguran meningkat, kematian meningkat, pendidikan menjadi korban, lalu apa yang diharapkan dengan pemerintah. Ini sudah waktunya perubahan drastis, karena kalau tidak, Indonesia bisa menjadi negara yang dalam kondisi sangat berbahaya, lemah dan banyak pihak luar yang memanfaatkan kondisi ini,” tutupnya.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here