TWK KPK Lepas Hijab, Muhammadiyah: Memecah Belah Bangsa!

Adanya pertanyaan ‘bersedia lepas jilbab’ dalam tes wawasan kebangsaan (TWK) alih status pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara (ASN) menuai reaksi dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti yang menilai bahwa pertanyaan itu bertentangan dengan hak asasi manusia (HAM). “Saya sangat menyayangkan kalau memang benar ada pertanyaan yang terkait dengan kesediaan melepas jilbab. Itu merupakan pertanyaan yang bertentangan hak asasi dan ranah kehidupan pribadi,” kata Mu’ti dikutip dari laman resmi Muhammadiyah.

Ia menegaskan, bahwa tidak ada hubungan wawasan kebangsaan dengan urusan jilbab. Mu’ti lantas menyebut pertanyaan itu berpotensi memecah belah bangsa. Selain itu juga, sama sekali tidak ada hubungan wawasan kebangsaan dengan urusan jilbab.

Mu’ti kemudian menyebut pertanyaan itu berpotensi memecah belah bangsa. “Selain itu tak ada hubungan wawasan kebangsaan dengan pemakaian jilbab. Pertanyaan itu tendensius dan justru berpotensi memecah belah bangsa,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui, beredar kabar salah satu peserta tes wawasan kebangsaan (TWK) KPK dalam peralihan menjadi ASN mengaku ditanya soal kesediaannya membuka hijab. Hal tersebut memicu kontroversi di masyarakat.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here