Thailand Kontrol Secara Ketat Pergerakan Sapi dan Kerbau Usai Diketemukan Virus Baru yang Serang Hewan Ternak

Bicaralah.com - Pemerintah Thailand melakukan kontrol ketat terhadap pergerakan sapi dan kerbau. Kebijakan itu diterapkan setelah diketemukannya wabah virus yang menyebabkan terbentuknya benjolan di kulit hewan dan dapat mengurangi produksi susu.

Penyakit pada hewan ternak itu diperkirakan disebarkan oleh lalat atau nyamuk. Namun, hal itu dipastikan tidak menular ke manusia.

“Wabah tersebut merupakan penyakit baru di Thailand dan telah menginfeksi lebih dari 6.700 sapi dan kerbau di 35 provinsi di seluruh negeri,” ujar wakil juru bicara pemerintah Traisulee Traisaranakul pada Minggu (23/5/2021) waktu setempat.

“Perdana menteri prihatin dengan penyelundupan sapi dan kerbau dari negara tetangga, yang merupakan faktor penting dalam penyebaran penyakit, serta pergerakan domestik tanpa izin,” imbuh Traisulee, dikutip dari Bangkok Post.

Dia mengatakan hewan-hewan itu hanya boleh dipindahkan jika diperlukan berdasarkan pedoman dari departemen pengembangan ternak.

Menurut data resmi registrasi ternak, ada 6,2 juta sapi potong, 707.000 sapi perah, dan 1,2 juta kerbau di sekitar Thailand.

Wabah penyakit yang parah dilaporkan telah menyerang hewan-hewan tersebut di provinsi Nakhon Phanom.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here