Terawan Tolak Jadi Dubes Spanyol, Buntut Adu Klinis Vaksin Nusantara dengan BPOM?

Bicaralah.com - Anggota Komisi I DPR, Taufiq R. Abdullah menyebut ada perubahan di dalam daftar calon duta besar (Dubes). Meski memang, pimpinan DPR RI telah menerima Surat Presiden (Surpres) bernomor R/19/Pres/04/2021 tertanggal 29 April 2021, perihal permohonan pertimbangan atas pencalonan untuk perwakilan negara sahabat.

“Dubes ini ada perubahan sepertinya usulan dari Presiden. Karena kan ada yang mundur,” kata Taufiq saat dimintai tanggapan, kemarin di Gedung DPR.

Ia juga megamini terkait adanya perubahan tersebut, salah satunya adalah karena Eks Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto yang mengundurkan diri sebagai calon Dubes di Madrid, Spanyol. “Pak Terawan mundur, nah kalau mundur kan harus diganti. Penggantinya belum masuk. Kelihatannya ada perubahan,” jelasnya.

Adapun terkait kapan fit and proper test digelar di Komisi I, Taufiq mengatakan masih menunggu mandat dari pimpinan DPR. Setelah itu, baru proses fit and proper test tersebut bisa dilaksanakan.  “Belum. Nanti akan ada perintah dari pimpinan mandat ke Komisi untuk melaksanakan fit and proper test. Nanti dari pimpinan dulu,” tutupnya.

Sampai ditulis informasi ini masih belum diketahui alasan mengepa Terawan mundur dari tawaran sebagai Dubes Spanyol.

Sebelumnya diketahui, Terawan sedang merancang vaksin Nusantara, dan bahkan salah satu yang menjadi relawan untuk menggunakan vaksin tersebut adalah mentan Menkes Siti Fadilah Supari beberapa waktu lalu.

Namun belakangan, vaksin ini menjadi polemik dan disebut-sebut sulit mendapat restu dari BPOM. Namun demikian, sebelumnya sebanyak 11 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menjalani suntik vaksin nusantara di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Kamis (22/4).

Salah satu anggota DPR, Anas Tahir mengaku merasa nyaman setelah disuntik Vaksin Nusantara. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto sebagai penggagas vaksin Nusantara. “Setelah divaksin saya merasa nyaman, terima kasih Pak Dokter Terawan,” kata Anas, Jumat (23/04) lalu.

Setelag para anggota DPR, banyak yang akhirnya menjalani suntik vaksin yang digagas Terawan, hingga kini ia masih terus melakukan pengembangan vaksin tersebut.

Namun jika benar Terawan menolak tawaran dubes Spanyol dengan dalih ingin mengembangkan vaksin nusantara untuk rakyat Indonesia, meski memang mendapat hambatan dari bebagai pihak, apakah kondisi ini ada unsur vaksin yang ditawarkan pemerintah kepada rakyat dan vaksin nusantara yang ditawarkan Terawan kepada rakyat juga?, silahkan.. anda yang menilai.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here