TB Hasanuddin Ungkap Mengapa KRI Nanggala 402 Tenggelam

Anggota Komisi I DPR Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin menanggapi peristiwa tenggelamnya KRI Nanggala-402. Ia juga mengungkapkan kasus yang sama yakni tenggelamnya kapal selam yang dengan jenis yang sama di Korea Selatan pada 2012 lalu.

“Saya menduga pada hasil perbaikan ini ada hal-hal atau konstruksi yang tidak tepat sehingga KRI Nanggala 402 tenggelam. Ini sangat disayangkan,” ujar Hasanuddin lewat keterangan tertulisnya, hari ini.

Sementara itu, terkait retrofit KRI Nanggala-402 yang terjadi saat ini jelas Hasanuddin, setidaknya telah menghabiskan biaya sekira 75 juta dollar Amerika Serikat atau sekira Rp1,05 Triliun. Biaya tersebut digunakan untuk melakukan perbaikan penuh dan pemutakhiran teknologi.

“Retrofit itu bukan sekadar mengganti suku cadang, tapi diperkirakan juga ada perubahan konstruksi dari kapal selam tersebut terutama pada sistem senjata torpedonya,” ujar politisi PDI-P ini.

Adapun pada tahun yang sama, KRI Nanggala-402 melakukan uji penembakan torpedo, tetapi proses tersebut gagal lantaran karena sistem penutupnya bermasalah. Dalam peristiwa itu, tiga prajurit disebutnya gugur.

Setelah peristiwa tersebut, KRI Nanggala-402 kembali diperbaiki oleh tim dari Korea Selatan. Namun, ia meminta, agar kapal selam serupa, yaitu KRI Cakra 401 sebaiknya di-grounded. “Jangan ada lagi korban prajurit,” tegasnya.

Selain itu, Hasanuddin juga  menyoroti jumlah kru KRI Nanggala-402 yang melebihi kapasitas. Menurutnya, jumlah maksimal kru kapal selam tersebut seharusnya hanya 38 orang.

“Artinya kelebihan beban 15 orang, ada apa kok dipaksakan? Saya juga mendapat informasi bahwa saat menyelam KRI Nanggala-402 diduga tak membawa oxygen gel, tapi tetap diperintah untuk berlayar,” tambahnya.

Ia juga engungkapkan rasa prihatin yang mendalam atas tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402. “Kami mengucapkan rasa prihatin dan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas tenggelamnya KRI Nanggala 402 yang menyebabkan gugurnya 53 orang syuhada TNI,” tutupnya.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here