Syafril Sofjan: Pemerintah Lemah, BuzzeRP Kembali Menggila

Polemik BuzzeRP yang sampai saat ini masih dinilai merusak tatanan demokrasi di Indonesia ternyata masih membuat sejumlah pihak kesal. Pasalnya, aktivitas para BuzzeRP ini dinilai fokus pada penggiringan opini secara masif.

Tak hanya itu, aktivitas mereka juga dinilai tanpa dasar yang kuat. “Mereka menyerang tokoh tertentu yang dianggap kritis terhadap pemerintah yang  mereka dukung karena bayaran.  Tugas mereka hanya satu  mendengung ke publik lewat saluran media sosial melalui status dari para tokoh tersebut,” tegas Pengamat Kebijakan Publik, Syafril Sjofyan kepada bicaralah.com.

Ia menjelaskan, bahwa biasanya BuzzeRP diorganisir dan dibayar oleh Kakak Pembina, untuk mengatur lalu-lintas penyebaran komen  tersebut.

“Melalui tools-tools atau bot yang mereka punya. Untuk itu mereka mempunyai akun – akun bodong, karena itu komen mereka hampir seragam menyerang pribadi bukan subtansi yang di kritisi, miskin narasi, dan biasanya  kurang ajar jauh dari sopan santun. Tujuan mereka sesuai pesanan kakak pembina cuma  untuk menjatuhkan dan membuat kacau narasi kritik dan solusi dari tokoh bersangkutan,” ungkapnya.

Syafril menambahkan, karena miskin narasi terlalu kelihatan dengan mudah bisa dibedakan bahwa  mereka adalah buzzer bayaran.

“Sebenarnya mereka dungu  karena mereka berdengung secara membabi-buta. Tugas mereka yang penting menjadi viral dan ini dilakukan pada saat pemerintah sedang dalam keadaan lemah. Oleh sebab itu   buzzer kadang bisa juga merugikan tuan nya. Untuk hal tersebut saya memahami kenapa RR mention tweet kepada Jokowi, Moeldoko dan Hendro Priyono, saya yakin RR “mengetahui” secara persis siapa kakak Pembina para buzzer tersebut, yang  juga mendanai buzzer tersebut,” tutupnya.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here