Sri Mulyani ‘Kompor Meleduk’ Soal Ajakan Belu Baju Lebaran!

Pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait ajakan belanja masyarakat akhirnya membuat gaduh. Pasalnya, Pasar Tanah Abang mendadak ramai dikunjungi masyarakat yang ingin belanja untuk berbagai hal jelanag lebaran.

“Ada bagusnya juga Lebaran tetap pakai baju baru, beli baju baru supaya walaupun Zoom nanti pakai baju baru sehingga muncul aktivitas di masyarakat bisa terjadi. Jadi saya harapkan masyarakat tetap menyambut ini dengan gembira, dengan bersyukur namun kita juga menjaga supaya risiko terjadinya penularan tidak terjadi,” kata Sri Mulyani.

Terlebih pemerintah akan menyiapkan program Hari Belanja Nasional (Harbolnas) jelang Lebaran. Walaupun masyarakat diminta tidak mudik, tetap bisa berbagi dengan orang tersayang.

“Walaupun tidak ketemu tapi kita masih bisa mengirimkan bingkisan kepada yang Anda sayangi di tempat asal kita dan sekarang dengan berbagai macam teknologi digital itu memungkinkan,” ujar Sri Mulyani.

Namun, membludaknya warga di Pasar Tanah Abang justru akhirnya memicu reaksi banyak pihak. Menariknya, Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta Prasetyo Edi justru mengkritik kerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

“Karena seharusnya ini bisa dicegah. Kerja-kerja Satgas Covid-19 di DKI Jakarta kemana kalau bisa sampai terjadi kerumunan seperti itu?” kata dia dalam keterangan tertulis, Senin (3/5).

Politisi PDI-P ini menyebutkan, bahwa berdasarkan Perda Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Covid-19 Pemprov DKI Jakarta memiliki kewenangan melakukan pengawasan terhadap kegiatan masyarakat.

Menurutnya, kegiatan masyarakat di pasar sangat wajar mengingat sudah menjadi bagian dari tradisi menjelang lebaran dan membantu pemulihan perekonomian di masa pandemi.

Namun, kata dia, pengawasan protokol kesehatan seharusnya dilakukan oleh Satgas. “Tetapi pengawasan protokol kesehatan dengan menata jarak dan pembatasan terhadap pengunjung ini yang harusnya ditegakkan Satgas Covid-19 di lapangan. Nah kalau sudah terjadi kerumunan seperti ini, lalu tiba-tiba jumlah kasus penularan meningkat bagaimana?,” ujar dia.

Lebih lanjut, selain Tanah Abang, is juga mengimbau agar Satgas Covid-19 DKI Jakarta meningkatkan pengawasan di tiap-tiap lokasi perbelanjaan lainnya jelang lebaran.

“Di sini saya meminta ketegasan pemerintah dan juga sinergitas kerja dari institusi TNI dan Polri. Karena kita harus meminimalisir terjadinya klaster baru. Jangan sampai kita sama seperti negara lain yang mengalami tsunami,” tutupnya.

Sebagai informasi, kerumunan pengunjung beberapa waktu terakhir terjadi di Pasar Tanah Abang. Bahkan pada Minggu (2/5) diperkirakan ada sekitar 100 ribu pengunjung yang memadati pasar tersebut.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here