Rumor TWK di Balik Kasus Besar, Rizal Ramli: Jangan Sampai Kita Buka-bukaan, Nanti Malu, Karena Semua Orang Tau!

Polemik 75 pegawai KPK yang tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) masih menyorot perhatian publik. Terlebih, banyak pihak yang menilai sosok yang distop oleh KPK adalah para pegawai yang memiliki integritas tinggi dalam menyelesaikan kasus besar di Indonesia.

Seperti salah satunya adalah kasus Bansos, dan kasus suap yang melibatkan Bupati Tanjungbalai yang menyeret nama politisi Golkar, Azis Syamsuddin dan juga penyidik KPK dari Polri.

Bahkan, belakangan diketahui, penyidik KPK Novel Baswedan kembali buka suara. Ia bercerita kasus korupsi korupsi bantuan sosial (bansos) Covid-19 nilainya mencapai Rp100 triliun.

Menanggapi kondisi ini, tokoh nasional Rizal Ramli menyebut, bahwa kasus bansos merupakan kejahatan yang sangat luar biasa, terlebih dana yang seharusnya diberikan kepada masyarakat kurang mampu justru dikorupsi oleh pejabat. Ia juga mendesak, agar presiden Jokowi memiliki hati untuk membantu membuka cela agar kasus tersebut terbuka lebar.

“Nah… hari ini ada kasus yang besar sekali yaitu Bantuan Sosial (bansos), itu.. uangnya aja ditilep, dirampok, perkiraan Novel perkiraan totalnya sangat besar. Siapa penikmatnya, ini kejahatan kriminal yang luar biasa, Presiden harus serius dong tangani masalah ini,” tegasnya, dalam sebuah pernyataan diskusi di Youtube Channel, kemarin, di Jakarta.

Mantan Menko Maritim ini menjelaskan, bahwa dirinya banyak kenal dekat dengan sejumlah penyidik di KPK. “Saya kenal dekat dengan Novel, saya suka mereka profesional, mereka memiliki etika kerja yang bagus, tapi memang dalam memilih kasus bukan kewenangan mereka.

“Di-drive oleh dewan pengawas atau komite lah istilahnya. Jadi… dalam pemilihan siapa yang harus masuk penjara ada yang ngedrive, yakni political system di dalamnya yang ngontrol di atasnya. Nah, padahal seharusnya, siapapun kalau korupsi harus ditindak dan diadili, karena KPK tidak hanya nangkap kasus-kasus yang kecil saja,”

Ia juga menambahkan, bahwa pernyataan Jokowi belum lama ini mengenai status 75 pegawai KPK merupakan langkah positif. Namun deikian kata Rizal, pernyataan saja tidak cukup, jika tidak diimbangi dengan tindakan.

“Karena ini luar biasa, justru Jokowi sudah bagus inistiatif dengan pernyataannya. Tapi ini hanya pernyataan saja bukan perintah. Harusnya, dia (Jokowi) kembalikan pejabat yang ada dan sistem yang baik dan perintahkan periksa bansos siapapun itu, dan itu saya salut dan angkat topi.

Rizal Ramli menambahkan, bahwa langkah ini akan mengembalikan citra Jokowi yang sudah rusak karena banyak hal dari ulah-ulah para menterinya yang juga terlibat dalam kasus korupsi. Selain itu, jika kasus ini masih belum bisa diselesaikan, Rizal mengatakan, bahwa kasus ini banyak diketahui oleh elemen masyarakat di Indonesia.

“ini kesempatan untuk kembalikan reputasi Mas Jokowi yang makin anjlok, rusak karena antara omong dan tindakanyan gak singkron. Jangan sampai memaksa kita-kita yang tau untuk buka-bukaan habis-habisan, malu nanti, karena di Indonesia banyak yang tau. Mainnya bagaimana, siapa yang main, jangan ngaku-ngaku Pancasila, jangan ngaku-ngaku NKRI lah,” pungkasnya.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here