Rizal Ramli Soal 4G: Sepertinya Pemerintah Temannya Beijing Sama IMF Doang!

Tokoh nasional Rizal Ramli menyatakan, bahwa pemerintah tidak memiliki solusi dalam menghadapi berbagai masalah yang terjadi di Indonesia. Terutama masalah ekonomi. Mengingat Utang RI dari hari ke hari makin meningkat.

Redaksi Bicaralah.com kembali mendapat kesempatan untuk mewawancarai mantan Menko Ekuin era Gusdur ini di kediamannya di kawasan Bangka, Jakarta Selatan, kemarin, Jum’at (7/5).

Dalam wawancara ini, Rizal Ramli banyak menceritakan, bagaimana seharusnya pemerintah bisa menjalani tata kelola negara dengan baik.

Redaksi: Bang.. kita ketemu lagi, terimakasih waktunya. Yang ingin kami tanya kali ini adalah mengenai banyak hal.

Apa yang mendasari Abang sampai segitunya kecewa dengan tata kelola ekonomi yang dilakukan pemerintah saat ini?

Baca Juga: Ekonomi RI ‘Makin’ Menakutkan, Sindiran Rizal Ramli: Muka Mau Disembunyikan Dimana?

Rizal Ramli: Begini ya, saya ini bukan peramal, tapi analisa saya itu sudah jauh-jauh hari, bahkan sebelum pandemi covid-19 ini saya sudah prediksikan bahwa Indonesia akan mengalami krisis, karena pengelolaan ekonomi dilakukan tidak baik, ini bantah-bantah trus, prudent lah, dan sebagainya.

Kita lihat saja pada kuartal I 2021, Indonesia masih mengalami resesi karena pertumbuhan ekonomi berada di minus (-) 0,74 persen. Tapi Menkeu ‘Terbalik’ ini pede banget sok-so’an mengatakan ekonomi RI akan tumbuh positif di kuartal I, inikan ngawur namanya.

Redaksi: Oke Bang, apa solusi yang abang tawarkan untuk memperbaiki kondisi ekonomi saat ini?

Rizal Ramli: Seperti yang pernah saya katakan sebelumnya, bahwa pemerintah harus pompa daya beli masyarakat menengah ke bawah, agar daya beli masyarakat meningkat. Masa teori ekonomi yang begini saja gak paham.

Baca Juga: Rizal Ramli: Isu Islam Radikal Sengaja Dimunculkan Guna Menutup Kemesraan Pemerintah Jokowi dengan Beijing

Tapi, dengan melihat, dan memahami mereka dalam menangani masalah, kesimpulan saya bahwa pemerintah sama sekali tidak enggak mampu membawa Indonesia keluar dari krisis, kenapa? karena kebijakannya kebalik-balik.

Kamu tau gak, pada waktu era Gusdur, ekonomi RI itu minus 3 persen. Tapi, tiga bulan kami bekerja, pertumbuhan ekonomi di penghujung tahun 1999 sudah berada di level 0,7 persen atau melompat 3,7 persen.

Setahun berikutnya (2000), perekonomian Indonesia kembali berhasil tumbuh ke level 4,9 persen atau melompat 1,2 persen. Sedangkan pada 2001, kendati Gus Dur dimakzulkan di pertengahan tahun, rata-rata pertumbuhan ekonomi di akhir tahun masih berada pada level 3,6 persen.

Redaksi: Bang, ini agak tajam pertanyaan kami, bisa Abang simpulkan, bagaimana menggambarkan pemerintah saat ini?

Rizal Ramli: Pejabat-pejabat kita ini kelihatannya ya, tidak punya 4G, yang seharusnya dimiliki oleh orang-orang besar yang mampu membuat bangsanya besar.

Redaksi: Bisa Abang jelaskan, apa maksudnya 4G itu?

Rizal Ramli: Saya selalu percaya dengan resep 4G, jika manusia, kelompok ataupun pejabat dalam sebuah pemerintahan dalam mengelola negara.

Pertama, Gesit Otak, jadi.. pejabat ini harus gesit otaknya dalam melakukan pekerjaan demi bangsa dan negara, cerdas, rasional, dan pengetahuan yang luas, sehingga ia bisa menyelesaikan masalah dalam kondisi apapun.

Tapi, yang terjadi saat inikan, lihat saja dalam menyelesaikan masalah, baik ekonomi, hukum, sosial dan politik, selalu dengan aturan-aturan yang berlebihan, ada UU ITE lah, Buzzer-lah yang menutup-nutupi ketidakmampuan pemerintah, loh kok malah begini caranya, kan aneh?.

Baca Juga: Rizal Ramli: Pemerintah Tak Akan Mampu Bawa Indonesia Keluar Dari Krisis Bila Policy-nya Kebalik-balik

Kedua, Gesit Tangan, ini maksudnya, cekatan, inovatif, karena memang orang pintar belum tentu sukses, orang pintar ini juga cocoknya di bidang riset, atau akademik.

Nah, ini apanya yang inovatif, skema ekonomi mereka lakukan konservatif, selalu dan selalu mengulangi kesalahan yang pernah terjadi, banyak negara yang menghindar dari IMF ini malah mau undang IMF dan masih pengen ngutang sama IMF, pengetatan pajak, uber pajak printil-printil, sama yang besar gak berani, inikan kebalik-balik namanya,

Ketiga, Gesit Gaul, yang satu ini sangat penting dalam meraih kesuksesan, orang, kelompok ataupun pejabat negara itu harus gesit gaul, baik di negara maupun di dunia internasional. Jadi bisa melihat, apa sih yang membuat negara-negara besar itu sukses, bagaimana cara mereka, berteman dengan banyak orang, banyak negara.

Inikan sepertinya, setiap masalah yang ada di Indonesia, solusinya IMF yang seolah-olah bisa mengurangi beban utang RI, atau Beijing dalam membangun industri di Indonesia, padahal banyak negara-negara lain yang lebih bagus, dan kualitasnya tinggi.

Keempat, God Willing, Nah… ini yang paling harus dimengerti, karena upaya-upaya yang kita lakukan kalau Tuhan tidak menghendaki, maka tidak akan menjadikan apa-apa. Makanya, kita bekerja itu ikhlas, untuk rakyat, pejabat negara juga bekerja untuk rakyat, rakyat makmur, kita didoain, sehat, panjang umur.

Tapi… kamu bayangkan, jika yang terjadi saat ini, ekonomi kita drop, pendidikan kita skor dunia saja sudah tertinggal jauh, ketimpangan sosial sangat terlihat… pertanyaannya adalah, apakah Tuhan memberkati kita saat ini, apakah para pemangku kebijakan direstui Tuhan?.

Redaksi: Terakhir Bang, pertanyaan saya simple, jika memang gesit tangan sepertinya enggak, gesit otak juga enggak, gesit gaul juga enggak, Tuhan memberkati juga sepetinya tidak, soalnya selama pemerintahan saat ini berdiri makin banyak masalah di berbagai sektor.

Apa jangan-jangan… temannya pejabat kita saat ini cuma IMF dan Beijing saja?

Rizal Ramli: hahahahaha, bisa saja kamu, jangan-jangan memang iya, pemerintah temannya cuma Beijing sama IMF doang!.(Tim Redaksi)

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here