PPKM Darurat Diberlakukan, Pengusaha Sebut Gelombang PHK Kembali Terjadi

Pemerintah sebelumnya telah memastikan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat guna memutus mata rantai penyebaran covid-19. Adapun rencana belakangan ini juga akan dilakukan yakni terkait penutupan mal selama pemberlakuan kebijakan tersebut.

Tentunya, kebijakan ini akan mengakibatkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) akan kembali terjadi di Indonesia.

“Kalau kegiatan usaha terhenti maka akan terjadi kembali pekerja yang dirumahkan dan kalau ternyata nantinya berkepanjangan maka akan terjadi kembali gelombang PHK,” ujar Ketua Umum Asosiasi Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja, dari keterangan resminya, kemarin.

Menurutnya, pembatasan tidak akan efektif jika hanya diberlakukan terhadap fasilitas-fasilitas yang selama ini memiliki kemampuan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, disiplin dan konsisten seperti pusat perbelanjaan.

Selain itu juga kata Alphonzus, bahwa penyebaran virus justru terjadi di lingkungan dan komunitas yang lebih kecil sehingga pembatasannya harus dengan berbasis mikro dan melakukan penegakan sampai dengan tingkat paling kecil.

“Sudah hampir dapat dipastikan bahwa rencana keputusan tersebut akan berdampak besar terhadap gerak perekonomian, dunia usaha akan kembali terpukul dan kembali terpuruk,” tambahnya.

Ia mengatakanm, APPBI mengimbau agar rencana tersebut dipertimbangkan kembali secara mendalam dengan memperhitungkan efektifitasnya dalam menekan jumlah kasus positif covid -19 yang sedang melonjak.

“Jangan sampai pengorbanan besar di bidang ekonomi menjadi sia-sia akibat kebijakan yang diputuskan tidak efektif untuk mengurangi jumlah kasus positif covid-19,” tutupnya.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here