Pimpinan KPK Makin Terpojok dengan Kesaksian Pegawai yang Tak Lolos TWK!

Kesaksian sejumlah pegawai KPK terkait sejumlah kasus korupsi besar di Indonesia masih menjadi sorotan publik. Bahkan, pegawai senior KPK, Harun Al Rasyid mengatakan, dirinya tak bisa melaporkan kasus terkait buronan Harun Masiku karena diminta menyerahkan tanggungjawab ke atasannya.

Dimana dalam sebuah tayangan video milik Watchdoc Documentary beberapa hari lalu yang beredar di jagad media sosial, Harun menyebut, bahwa keberadaan Harun Masiku telah diketahui. Namun upayanya untuk menangkap Harun Masiku terhambat. “Saya gak bisa ngelaporin,” dalam tayangan video itu.

Untuk diketahui, Harun Al Rasyid adalah sosok yang menjadi salah satu pegawai KPK yang tidak lolos dalam tes wawasan kebangsaan (TWK). Ia bertugas sebagai kepala satgas penyidik KPK.

Menanggapi polemik ini, Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, bahwa KPK hingga saat ini ada 10 orang yang ditetapkan sebagai DPO. Ia menyebut, pihaknya sampai saat ini tidak berhenti melakukan pencarian terhadap buronan KPK.

“Kita tak pernah berhenti. Penanganan perkara bukan orang per orang. Tapi bersama. Tiap orang sebagai tersangka yang ditetapkan KPK berarti cukup bukti. Dengan bukti yang cukup KPK tak pernah berhenti mencari tersangka,” kata Firli di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (1/6).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, setidaknya ada 75 pegawai KPK dinyatakan tidak lolos TWK untuk alih status menjadi aparatur sipil negara (ASN). Sementara itu 51 dari 75 pegawai tersebut dinyatakan tak bisa lagi dibina dan akhirnya diberhentikan sebagai pegawai KPK.

Beberapa orang yang tidak lolos TWK diketahui sedang menangani kasus-kasus korupsi yang menjadi sorotan publik, seperti korupsi bansos dan suap ekspor benur.

Adapun Harun Masiku telah menjadi buron KPK sejak 16 bulan lalu. Ia ditetapkan menjadi tersangka tindak pidana korupsi karena telah menyuap mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here