Pertanyaan TWK Tendensius, Percuma Jika KPK Ngeles Terus!

Istilah taliban di KPK sampai hari ini masih menarik perhatian publik. Bahkan, dalam tes wawancara kebangsaan (TWK) beredar pertanyaan-pertanyaan yang dinilai tendesinya beberapa diantaranya berbau tendensi keagamaan.

Namun demikian, mantan pimpinan KPK M Jasin mengatakan, bahwa istilah taliban di lembaga antirasuah itu tidak berkaitan dengan agama atau kepercayaan tertentu.

“Taliban itu sebenarnya bahwa orang-orang itu tidak bisa dipengaruhi tidak bisa diremote dari luar, gampangnya karena dia taat pada peraturan perundangan dan taat pada kode etik,” jelasnya kepada wartawan, seusai menjalani pemeriksaan di Komnas HAM, Jakarta, kemarin.

Ia mencontohkan, pegawai KPK yang dianggap taliban itu, tak tergoda dengan tawaran pihak luar saat menjalankan tugas memberantas korupsi. “Diajak makan di restoran tidak mau, dijemput saat kunjungan di daerah sosialisasi misalnya nggak mau. Yang jujur itu disebut taliban oleh teman-temannya. Sok bersih sok suci itu,” ungkapnya.

Jasin juga menambahkan, istilah-istilah taliban muncul justru dari luar KPK, bukan di internal.

“Intinya kerukunan beragama di KPK itu sudah bagus sekali. Tidak ada yang ekstrim terhadap agama tertentu tidak ada. Nggak toleransi, nggak ada itu. Memang di dalam kode etiknya didasari religiusitas, integritas tanggung jawab, keadilan kepemimpinan, begitu,”tutupnya.

Namun menariknya, sejumlah pegawai yang tak lolos TWK mengungkapkan, bahwa terdapat pertanyaan yang berbau keagamaan. Misalnya saja lebih memilih Alquran atau Pancasila.

Bahkan, karena hal ini, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengatakan, bahwa yang membuat pertanyaan tersebut tidak memiliki logika. “Yang buat soal ini tidak punya logika, jadi tidak sehat otaknya, otak orangnya tidak sehat,” tegasnya, Selasa (1/6) lalu.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here