PDIP: Aneh, Klaster Corona Muncul Lagi, Pemprov DKI Malah Urus Road Bike

Bicaralah.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pertanyakan keseriusan Pemprov DKI tangani COVID-19. Pasalnya, disaat pandemi meningkat, justru yang diprioritaskan malah mengurus road bike.

Sebagaimana diketahui, klaster baru di Jakarta mulai muncul kembali. Sebanyak 22 warga RT 11 RW 9 Kayu Putih, Jakarta Timur dinyatakan positif COVID-19 setelah menjalani swab tes.

“Pengawasan harus ditingkatkan dengan serius, bukan bikin jalur road bike yang serius,” anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP, Gilbert Simanjuntak, Minggu (6/6/2021).

Gilbert meminta Pemprov DKI tidak kehilangan fokus dalam menangani pandemi COVID-19 di Jakarta. Terlebih menurutnya saat ini jumlah kasus di Jakarta masih tinggi.

“Sebaiknya Pemprov jangan kehilangan fokus dalam suasana pandemi sekarang ini,” tegas Gilbert.

“DKI adalah episentrum, dampaknya juga nasional. DKI masih paling tinggi,” sambungnya.

Kelurahan setempat diketahui memberlakukan micro-lockdown selama 14 hari ke depan. Menurut Gilbert hal ini merupakan kebijakan yang perlu didukung.

“Saya kira itu kebijakan yang harus didukung, dan jadi menimbulkan persoalan karena timbul di beberapa tempat. Artinya ini sebelumnya ada kumpul-kumpul atau kerumunan tanpa masker,” tandasnya.

Diketahui, 22 warga di Kayu Putih, Jaktim dinyatakan positif COVID-19 setelah menjalani swab tes. Kelurahan setempat lantas memberlakukan micro-lockdown.

“Jadi tracing 98 orang, positif 22, jumlah negatif 76 orang,” kata Lurah Kayu Putih Artika Ristiana, Minggu (6/6/2021).

Artika menjelaskan kasus ini bermula dari temuan seorang warga positif COVID-19 setelah menyambangi Taman Pintar. Sebagai informasi, taman ini berlokasi di lingkungan RT 11.

Setelah melakukan penelusuran kontak, pihaknya mendapati puluhan warga positif COVID-19. Jadi, dia menduga penularan berasal dari klaster keluarga.

“Terus kita tracing ternyata dapatlah warga-ini kita tracing. Awalnya saya kira klaster gereja, tapi ternyata masuknya klaster warga ya, klaster permukiman,” jelasnya.

Dari 22 warga yang terpapar virus Corona, 15 orang dirawat di RSDC Wisma Atlet, 3 orang di RS rujukan, dan 4 orang isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here