Mahasiswa Nilai Pemerintah Tak Mampu Kelola Haji!

Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) melakukan aksi demonstrasi di depan Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta, Rabu (9/6/2021). Hal ini terkait pembatalan haji 2021 yang dilakukan oleh pemerintah beberapa waktu lalu melalui Kementerian Agama.

“Saya sangat kecewa kepada pemerintah Arab Saudi tidak konsisten dan plin plan dengan sikapnya sendiri. Sudah 2 tahun Pengelolaan ibadah haji amburadul. Tahun kemarin hanya 10 ribu orang yang bisa Haji. Tahun ini belum jelas sama sekali. Tidak profesional,” ujar Ketua Umum PB SEMMI, Bintang Wahyu Saputra saat orasi didepan ratusan massa aksi.

Ia mengatakan sebaiknya Arab Saudi menyerahkan pengelolaan Haji kepada negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) masing-masing. Pasalnya, Pemerintah Arab Saudi dinilai tidak mampu memberikan pelayanan yang baik kepada umat Islam yang ingin menjalankan rukun Islam kelima.

“Sampai sekarang soal kuota haji untuk Indonesia saja mereka belum putuskan, padahal waktunya sudah dekat sekali. Kalau tidak mampu kami minta serahkan kepada (negara) OKI sebagai pengelola Ibadah Haji,” tegasnya.

Adapun menurutnya, Arab Saudi bisa membuka seluas-luasnya ibadah haji, mengingat Mekah dan Madinah merupakan dua kota suci bagi umat Islam. Jutaan orang datang ke Mekah dan Madinah, sementara melihat Baitullah adalah impian setiap orang Islam Indonesia dan dunia.

“Banyak masyarkat untuk bisa naik haji menabung bertahun-tahun. Tapi saat tiba waktunya nasib mereka tidak jelas, terkatung-katung. Coba saja tanya anak-anak Indonesia, apa impiannya. Enam dari sepuluh anak akan menjawab memberangkatkan Haji orangtuanya,” tutur Bintang.

Selain itu lanjut Bintang, Duta Besar (Dubes) Kerajaan Arab Saudi tidak peka akan hal ini. Dubes Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Essam bin Abed Al-Thaqafi melakukan politicking terhadap Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dengan membangun citra seolah-olah Dasco menyebarkan Hoax.

“Indonesia dapat quota haji baru kemudian bahas kendala lain yang dihadapi, diantaranya vaksin Sinovac yang ditolak pemerintah Arab Saudi,”tutupnya.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here