Kisruh Pembatalan Pengajian di PT Pelni, Ini Kata Wamenag

Kisruh soal penceramah kegiatan pangajian Ramadhan 1442 Hijriah di PT Pelni menjadi sorotan publik. Menanggapi hal ini, Wakil Menteri Agama, Zainud Tauhid mengatakan, pemerintah tidak pernah melarang ustadz atau mubaligh melakansanakan dakwah.

“Jadi keliru jika ada anggapan pemerintah ikut intervensi apalagi sampai melarang ustaz atau mubaligh yang melaksanakan tugas dakwah,” tegasnya, kemarin di Jakarta.

Menurutnya, Kemenag hanya mengimbau kepada para ustaz, mubaligh dan tokoh agama agar dalam menyampaikan materi dakwah tetap menjaga nilai-nilai kerukunan, persaudaraan dan toleransi.

“Di dalam negara yang majemuk dibutuhkan kearifan dalam memaknai perbedaan. Kita mafhum bahwa bangsa ini sangatlah majemuk, terdiri dari berbagai suku, ras, etnis, dan agama,” sambung Zainut.

Ia menambahkan, bahwa kemajemukan tersebut juga terjadi pada umat Islam yang tergabung dalam berbagai ormas dan kelembagaan Islam di Indonesia. “Masing-masing mempunyai karakteristik yang berbeda, baik dari sisi agenda dan pola gerakannya, serta pemahaman keagamaannya,” jelasnya lagi.

Selain itu, ia juga meminta bagi pimpinan ormas Islam memiliki kesadaran untuk menjaga hubungan persaudaraan sesama umat Muslim (ukhuwah Islamiyyah) dan antar komponen anak bangsa (ukhuwah wathaniyah).

“Perbedaan yang terjadi antarumat Islam jangan sampai menimbulkan perpecahan, apalagi jika perbedaan tersebut hanya pada wilayah ikhtilaf, furu’iyat atau cabang agama bukan pada pokok ajaran agama,” tutupnya.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here