Kasus Antigen Bekas, Kimia Farma Diagnostika Janji Perbaiki Manajemen

PT Kimia Farma Diagnostika (KFD) memastikan akan melakukan pembenahan menyeluruh di internal perusahaan. Hal ini dilakukan perusahaan plat merah tersebut karena terkait kasus penyalahgunaan alat rapid test antigen Covid-19 bekas yang dinilai banyak merugikan masyarakat serta membahayakan banyak orang.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama KFD Agus Chandra menegaskan bahwa perusahaan juga memastikan seluruh klinik dan laboratorium KFD di seluruh Indonesia sudah memenuhi dan menjalankan SOP.

“Saya sebagai Plt. Dirut KFD diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan citra KFD dalam memberikan layanan klinik dan laboratorium sesuai dengan SOP dan GCG PT Kimia Farma Diagnostika,” kata Agus dalam keterangan tertulis, kemarin.

Ia menjelaskan, bahwa saat ini perseroan terus melakukan pembenahan internal, termasuk melakukan beberapa model perbaikan di klinik dan laboratorium KFD. Pertama, kata Agus, melakukan restrukturisasi organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan.

Kedua, penguatan sistem layanan dan supporting dengan mengedepankan aplikasi digital dan cashless.   Sementara itu, yang ketiga adalah melakukan pengawasan berupa inspeksi mendadak (sidak) dari pihak ketiga, seperti dinas kesehatan, aparat kepolisian, dan dinas lingkungan hidup, dinas kelautan, dan instansi lainnya.   Selanjutnya yang keempat, membuat sistem pengawasan internal (SPI) yang akan digelar ke seluruh wilayah Indonesia; dan terakhir atau kelima, melakukan penempatan petugas pengawas mutu di setiap branch manager dan outlet KFD.

“Langkah perbaikan yang telah dilakukan sejak akhir April 2021 berupa sidak dari instansi lainnya terus berjalan sampai saat ini. Sidak dilakukan untuk memastikan praktik klinik dan laboratorium KFD sudah sesuai dengan SOP dan tidak melakukan pelanggaran,” tegasnya.

Agus menambahkan, beberapa branch manager KFD yang sudah disidak antara lain cabang Kota Bandung, yang mana Dinas Kesehatan Kota Bandung memeriksa SOP dan legalitas laboratorium dan klinik KFD di Bandung.

Selain itu, adapula  Branch Manager KFD di Kota Batam yang disidak oleh Polda Kepulauan Riau. Dinkes Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Majalengka juga melakukan sidak terhadap klinik dan laboratorium KFD di wilayah itu. Adapun, sidak terhadap klinik dan laboratorium KFD di Bengkulu dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup setempat.

Sedangkan terkait layanan rapid test antigen dan PCR yang sudah dilaksanakan dan GeNose C19 (per 3 Mei 2021) di Airport Health Center Bandara Internasional Minangkabau dipastikan sesuai prosedur dan standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.   Pihak Bandara Minangkabau secara rutin melakukan pengawasan dan pengecekan Airport Health Center. Berdasarkan hasil sidak itu tidak ditemukan pelanggaran dan dinyatakan aman.

KFD juga memastikan setiap Branch Manager dan outlet memiliki petugas pengawas mutu karena selama ini pengawas mutu dirangkap oleh bagian operasional. Adapun saat ini telah dibentuk tim pengawas terpisah sebagai bagian dari check and balance

“Kami ingin memastikan ada atau tidak adanya pelanggaran dan kesiapan kita terkait SOP. Alhamdulillah untuk pengawasan di beberapa outlet, tidak ditemukan pelanggaran dan penyelewengan, seluruhnya sudah berjalan sesuai dengan SOP,” tutup Agus.

Diketahui sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mencopot seluruh jajaran direksi cucu BUMN yang merupakan bagian dari Kimia Farma Group tersebut dan telah menunjuk Pelaksana Tugas untuk mengisi kekosongan posisi dewan direksi.   Adapun, menyusul pergantian direksi KFD melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Agus Chandra didapuk menjadi Plt Direktur Utama Kimia Farma Diagnostika (KFD), sedangkan Abdul Aziz ditunjuk untuk menjadi Plt Direktur perseroan.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here