Jokowi Bagi-bagi Hadiah Jasa Kampanye Pilpres, Saut Situmorang: Rezim Amatiran!

Polemik yang terjadi soal bagi-bagi ‘kue’ kekuasaan kepada sejumlah pihak sampai saat ini masih menyita perhatian publik. Mengingat, beberapa hari lalu, publik dikejutkan oleh masuknya Abdee Slank menjadi komisaris PT Telkom, yang juga disebut-sebut sebagai hadiah dukungan dalam Pilpres 2019 lalu.

Tak terkecuali Saut Situmorang, sastrawan asal Sumatera Utara yang juga menanggapinya. Ia bahkan menyebut pemerintah kini diisi orang-orang yang tak profesional.

“Sebuah pemerintahan yang harusnya diisi oleh kaum profesional, malah diisi oleh para cherleader kampanye Pilpres sebagai kado terimakasih, tegasnya, dikutip dari akun Twitternya,  @AngrySipelebegu, kemarin.

sumber: @AngrySipelebegu

Ia juga menyebut, yang terihat saat ini adalah rezim amatiran. “Benar-benar rezim amatiran, sama Alfamart aja keok profesionalismenya,” tutupnya.

Diketahui, Slank merupakan kelompok band yang membuat lagu salam 2 jari, dimana saat itu dimasa kampanye Jokowi sebagai salah satu kandidat dalam Pilpres. Namun, banyak pihak yang mencibir langkah pemerintah yang menempatkan sosok musisi tersebut ke posisi strategis di PT Telkom.

Selain itu sebelumnya, wartawan senior Asyari Usman juga menanggai kebijakan tersebut. Ia menyebutkan, Presiden Jokowi menghambur-hamburkan jabatan komisaris BUMN untuk pendukungnya.

“Yang terbaru adalah pengangkatan Abdee Negara Nurdin atau Abdee Slank (personel band Slank) sebagai komisaris PT Telkom. Abdee adalah salah seorang Jokwer berat.

Belum lama berselang, anak Gus Dur (Abdurrahman Wahid), Alissa Wahid, diangkat sebagai komisaris independen PT Unilever Indonesia. Pada Januari 2020, putri Gus Dur yang lainnya, Yenny Wahid, diangkat sebagai komisaris PT Garuda Indonesia dengan gaji 200 jutaan per bulan.

Banyak pendukung Jokowi yang diberi hadiah komisaris. Belum lama ini, ketum PBNU Prof Said Agil Shirad, didudukkan di PT Kereta Api. Jauh sebelum ini, pada 2015, Fadjroel Rachman, dipasang sebagai komisaris di PT Adhi Karya.

Ada sekitar 20 relawan Jokowi yang mendapat hadiah komisaris BUMN. Andi Gani Nena Wea masuk ke PT Pembangunan Perumahan (PP). Viktor Sirait, ketua relawan Barisan Jokowi Presiden (Bara JP) didudukkan sebagai komisaris di PT Waskita Karya. Lukman Edy menjadi komisaris PT Hutama Karya. Dia adalah anggota teras tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf.,” tulisnya seperti pernyataannya yang beredar dengan judul ‘Komisaris Untuk Pendukung, Apakah BUMN Milik Nenek Moyang Jokowi?’

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here