Heboh Ahok Asli Guangdong-RRC, Ini Kontroversi Bos Pertamina yang Pernah Bilang ‘Tai’ Saat Wawancara di TV

Ramai beredar informasi bahwa Basuki Tjahaja Purnama memiliki nama asli yakni Zhong Wanxue. Ia disebut-sebut berasal dari Provinsi Guangdong, Meizhou Kota.

Dituliskan dalam informasi yang beredar tersebut dari sumber: 清廉·透明·专业——访印尼雅加达首位华裔省长钟万学.梅州网 [引用日期2015-08-3]. Silahkan anda klik sumber informasi ini.

Redaksi yang menelusuri informasi sumber tersebut benar adanya, melalui situs baike.baidu.com.Tak hanya itu, nama Ahok pun dikatakan dalam sumber informasi itu adalah tidak asli, karena yang disebutkan di China adalah ‘Ah Kuo’.

sumber tangkapan layar: baidu.com

Ahok dikatakan memiliki keahlian geografi dan ahli politik. Ia juga memiliki dua saudara laki-laki dan satu saudara perempuan

Berikut lengkap data mengenai mantan Gubernur DKI yang saat ini menjabat Komisaris Utama di PT Pertamina: yang dituliskan dalam informasi tersebut:

Nama Ayah: Zhong Jinnan (钟金南), asli Guangdong Meizhou Meicheng.

Nama Ibu: Wen Nengzhao (温能招), asli dari kota Meizhou China, District Guangdong Meixian.

Nama Adik: Zhong Wanyou (钟万有), dokter, mantan pejabat “HAKIM” di wilayah Timur Wulidong di China.

Saudara …(sanmei): Zhong Huihui (钟慧慧), belajar di Australia, adalah seorang pengacara.

Saudara keempat: Zhong Wanfu (钟万福), belajar di Swiss dan Australia.

[sumber: “客家文化熏陶了我们的家庭”——访印尼雅加达省长钟万学的母亲温能招.梅州网 [引用日期2015-08-3]]

Ibu kandung Chung (Ahok) adalah Wen Nengzhao, sementara kakeknya, Ayah dari Ayahnya (Mr. Zhong) lahir di Meizhou, bernama Ouyang Qirong, dan neneknya, Xingning bernama Wen Yakun.

Kontroversi Ahok di Indonesia

1. Rumah Sakit Sumber Waras

2. Penertiban Kalijodo

3. Pada bulan April 2009, media memberitakan pemeriksaan Basuki oleh polisi setelah Pemilu untuk kasus proyek dermaga atau Pelabuhan ASDP di Kecamatan Manggar yang diduga bermasalah. Namun polisi menyatakan tidak ingin pemeriksaan ini berakhir dengan pembunuhan karakter oleh media massa

4. Pelarangan Pemotongan Hewan Kurban.

Menjelang hari raya Idul Adha 1435 H, muncul isu bahwa pemerintah DKI Jakarta melarang penyembelihan dan penjualan hewan kurban yang merebak saat aksi demonstrasi yang dilakukan massa Fron Pembela Islam (FPI) di depan Gedung DPRD DKI, Jumat, 26 September 2014.

5. Tuduhan Terhadap Warga ‘Mencap Komunis

Pada saat dimulainya relokasi warga bantaran Waduk Pluit pada tahun 2013, Basuk Tjahaja Purnama dituduh telah mencap warga dengan sebutan komunis. Hal ini menimbulkan keresahan dan akibatnya dia dipanggil oleh Komnas HAM,

6. Ungkapan ‘Tai’ dalam Wawancara

Basuki kembali menciptakan kontroversi dengan menyebutkan umpatan ‘tai’ dalam wawancara bersama KompasTV pada tanggal 18 Maret 2015, setelah perseteruan dengan DPRD dalam acara mediasi oleh Kementerian Dalam Negeri sehubungan kisruh RAPBD DKI Jakarta

7 Bentakan ‘Maling’ Kepada Ibu yang Mencairkan KJP

Pada tanggal 10 Desember 2015, seusai mengikuti rapat Badan Anggaran, seorang ibu bernama Yusri Isnaeni bersama rekannya melaporkan masalah yang dihadapinya dalam menggunakan KJP. Awalnya kasus yang dilaporkan adalah dipersulit dan dimintai biaya tambahan dalam menggesek KJP untuk keperluan anaknya.

Basuki yang tidak yakin kemudian meminta bukti-bukti pembayaran dan menemukan bahwa Yusri menggunakan KJP anaknya untuk menarik tunai di toko sebelah. Yusri mengaku terpaksa melakukan itu karena merchant resmi terus-terusan menolak penggunaan KJP anaknya dengan alasan mesin EDC offline.Basuki kemudian menolak diskusi dan membalas

“Ibu kenapa cairin duit KJP di toko? Ini bukan tokonya yang salah, melainkan Ibu yang salah,” lalu menutup pembicaraan dengan mengatakan

“Bukan cuma toko yang maling. Ibu juga maling. Catat namanya, periksa, penjarain aja dia.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here