Hari Ini Komnas HAM Periksa Pegawai KPK Terkait TWK

Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Choirul Anam memastikan bahwa pihaknya hari ini akan memanggil sejumlah pegawai KPK terkait alih status pegawai Aparatus Sipil Negara (ASN) yang berkaitan dengan tes wawasan kebangsaan (TWK).

“Iya ada jam 10.00 WIB, besok (hari ini). Mendalami terkait pola bekerja dan hubungannya dengan peristiwa TWK ini,” tegasnya, dikonfirmasi wartawan, kemarin.

Menurut rencana, Komnas HAM akan melakukan pemeriksaan terhadap lima pegawai KPK yang ada diantaranya merupakan anggota Wadah Pegawai (WP) KPK. “Kami berharap 5, diantaranya mereka (WP KPK),” jelasnya singkat.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Komnas HAM juga telah memeriksa Penyidik Senior KPK Novel Baswedan terkait dengan pelaporan yang dilakukan 75 pegawai KPK atas dugaan adanya pelanggaran HAM yang dilakukan pimpinan KPK terkait proses tes wawasan kebangsaan (TWK). Dalam proses TWK ini, 75 pegawai dibebastugaskan oleh pimpinan KPK.

“Salah satu yang memberikan kesaksian adalah Novel Baswedan bersama dengan beberapa kasatgas penyidik yang lainnya,” ujar Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo Harahap, Jumat (28/5) lalu.

Yudi menyebut Novel dan kasatgas penyidikan akan membongkar proses TWK yang diadakan pimpinan KPK dengan pihak terkait. Dari 75 pegawai yang tak lolos TWK, 51 di antaranya akan dipecat dan 24 lainnya akan mengikuti program bina negara.

“Beberapa pegawai KPK diperiksa oleh Komnas HAM untuk kesaksian dalam rangka membongkar kejadian yang terjadi dalam proses TWK yang disinyalir digunakan sebagai cara untuk menyingkirkan 51 orang, setidaknya sampai saat ini yang akan diberhentikan pada bulan November nanti,” ungkapnya.

Yudi menambahkan, bahwa dirinya juga akan diperiksa Komnas HAM pada pekan depan. Menurutnya, para pegawai KPK bersedia memberikan keterangan kepada Komnas HAM.

“Kami patuh kepada Komnas HAM dan bersedia hadir untuk dipanggil. Saya sendiri akan diperiksa pada Senin minggu depan,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Novel Baswedan menyebut ada persekongkolan di balik pemecatan 51 pegawai lembaga antirasuah. Novel menyatakan demikian di Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) usai memberikan data tambahan terkait dugaan pelanggaran HAM atas pemecatan 51 pegawai.

“Saya tegaskan ini bukan sekadar masalah kehilangan pekerjaan atau apa pun, tapi ini adalah upaya untuk menyingkirkan yang sistematis, yang saya yakin ini ada suatu persekongkolan di belakang itu,” ujar Novel, Kamis (27/5) lalu.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here