Faisal Basri: Ketika Hukum Mengabdi Pada Kekuasaan, Tajam ke Bawah dan Tumpul ke Atas!

Bicaralah.com - Pemerintahan Jokowi terus mendapat sorotan negatif bagi publik. Bagaimana tidak, di era mantan Gubernur DKI inilah disebut-sebut terjadi banyak hal yang dianggap jangan di berbagai bidang.

Salah satunya adalah masalah yang belakangan ini terjadi. Yakni konflik panas yang terjadi di KPK, mengenai tes wawasan kebangsaan (TWK) yang disebut-sebut, sejumlah pegawai yang tak lolos justru merupakan sosok yang memiliki integritas tinggi dalam penegakan hukum, terutama kasus korupsi.

Ekonom Faisal Basri angkat suara, mengenai nasib bangsa yang mekin hari makin dipertontonkan kebijakan-kebijakan yang seharusnya bisa diambil lebih banyak memandang berbagai aspek, tidak hanya saja bersifat politis.

“Ketidakadilan membuat radikalisme tumbuh subur. Semakin banyak rakyat tertindas, kian muncul perlawanan, lalu dilabeli radikal,” tegasnya, dalam akun Twitter pribadinya, FaisalBasri, kemarin.

Faisal Basri
sumber: @FaisalBasri

Ia menilai, hukum hanya mengabdi pada kekuasaan. “Ketika hukum mengabdi pada kekuasaan, tajam ke bawah dan tumpul ke atas, rakyat akan mencari jalan lain, lalu dicap radikal,” tambahnya.

Bahkan menurutnya, sikap kritik  pada lawan politik menjadikan perbedaan dan menganggap sebagai ancaman.

“Rezim yang kian banyak melakukan kesalahan (membusuk) akan memandang perbedaan sebagai musuhnya dan apa saja yang melemahkannya sebagai ancaman, termasuk teknologi,” tutupnya.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here