Covid-19 di Indonesia Semakin Mengkhawatirkan, Angkanya Sekarang Lebih Tinggi Dibanding Tahun 2020

Kasus Covid-19 di Indonesia pada Senin (21/6/2021) merupakan rekor tertinggi sejak pandemi dimulai pada tahun lalu.

Menurut data yang dipublikasikan BNPB pada Senin (21/6/2021), Indonesia mencatatkan kasus harian sebanyak 14.536 kasus. Sementara sebanyak 9.233 pasien dinyatakan sembuh.

Jumlah ini menambah total kasus corona di Indonesia sejak Maret 2020 menjadi 2.004.445 kasus. Total pasien yang telah sembuh berjumlah 1.801.761 orang.

Terkait angka kematian, per 21 Juni, ada penambahan 294 kasus sehingga total kematian mencapai 54.956 orang.

Diketahui angka 14.536 merupakan rekor tertinggi selama pandemi. Sebelumnya kasus tertinggi pernah terjadi pada 31 Januari 2021 dengan 14.518 kasus. Kemudian jumlah kasus harian bertambah dengan kisaran 6.000-12.000.

Pada 6 Februari 2021, angka kasus harian juga pernah terjadi yaitu dengan 12.156 kasus.

Mulai hari ini, 22 Juni hingga 5 Juli mendatang, pemerintah akan mempertebal pelaksanaan PPKM mikro. Tindakan ini akan dituangkan dalam instruksi Mendagri.

“Terkait dengan penebalan atau penguatan PPKM Mikro. Arahan Bapak Presiden tadi untuk melakukan penyesuaian diri akan berlaku mulai besok tanggal 22 sampai 5 Juli 2 minggu ke depan,” kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi), dalam jumpa pers virtual, Senin (21/6/2021).

Ada sejumlah aturan yang berlaku selama penebalan PPKM Mikro usai rekor COVID di Indonesia, yaitu:

1. Operasional tempat usaha, khususnya resto dan warung makan hanya diperbolehkan makan di tempat atau dine in dengan jumlah 25 persen. Sementara untuk layanan pesan antar maksimal dilakukan pukul 20.00 WIB mengikuti jam operasional.

2. Operasional mal dan pasar, hanya diperbolehkan hingga pukul 20.00 WIB. Kapasitas pengunjung juga akan dibatasi hanya 25 persen dari kapasitas.

3. Jam perkantoran dibatasi, termasuk kantor pemerintah (Kementerian/Lembaga/Daerah) atau BUMN/BUMD/Swasta.
– Untuk Zona Merah: WFH 75% dan WFO 25%.
– Untuk Zona Lainnya: WFH 50% dan WFO 50%.
– Penerapan protokol kesehatan lebih ketat, pengaturan waktu kerja bergiliran, saat WFH tidak melakukan mobilisasi ke daerah lain.
– Pengaturan lebih lanjut dari K/L terkait dan Pemerintah Daerah.

4. Kegiatan belajar mengajar mulai sekolah, penguruan tinggi, akademi dan tempat pelatihan juga akan dibatasi. Untuk zona merah, kegiatan dilakukan secara daring. Sementara untuk zona lainnya diatur sesuai Kementerian DikbudRistek dengan penerapan prokes ketat.

5. Kegiatan sektor esensial, industri, pelayanan dasar, utilitas publik, proyek vital nasional akan dibatasi. Tempat pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat (pasar, toko, swalayan, super market), baik yang berdiri sendiri maupun di Pusat Perbelanjaan/Mall dapat beroperasi 100% dengan pengaturan jam operasional, kapasitas, dan penerapan protokol kesehatan lebih ketat.

6. Kegiatan Konstruksi dapat beroperasi 100% dengan penerapan protokol kesehatan lebih ketat.

7. Kegiatan Ibadah:
– Zona Merah: ditiadakan sementara sampai dinyatakan aman.
– Zona Lainnya: sesuai pengaturan dari Kementerian Agama, dengan penerapan protokol kesehatan lebih ketat.

8. Kegiatan di Area Publik seperti fasilitas umum, taman umum, tempat wisata umum, area publik lainnya:
– Zona Merah: ditutup sementara sampai dinyatakan aman.
– Zona Lainnya: diizinkan dibuka paling banyak 25% kapasitas, pengaturan dari Pemerintah Daerah, dengan penerapan protokol kesehatan lebih ketat.

9. Kegiatan seni, budaya, sosial kemasyarakatan yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan dibatasi sesuai zona.
– Zona Merah: ditutup sementara sampai dinyatakan aman.
– Zona Lainnya: diizinkan dibuka paling banyak 25% kapasitas, pengaturan dari Pemerintah Daerah, dengan penerapan protokol kesehatan lebih ketat. Kegiatan hajatan (kemasyarakatan) paling banyak 25% kapasitas, tidak ada hidangan makanan di tempat.

10. Rapat, Seminar, Pertemuan Luring di tempat umum yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan dibatasi.
– Zona Merah: ditutup sementara sampai dinyatakan aman.
– Zona Lainnya: diizinkan dibuka paling banyak 25% kapasitas, pengaturan dari Pemerintah Daerah, dengan penerapan protokol kesehatan lebih ketat.

11. Transportasi Umum, termasuk kendaraan umum, angkutan massal, taksi (konvensional dan online), Ojek (online dan pangkalan), Kendaraan sewa/rental dapat beroperasi, dilakukan pengaturan kapasitas dan jam operasional oleh Pemerintah Daerah, dengan penerapan protokol kesehatan lebih ketat.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here