Busyro Muqoddas: KPK Tamat di Tangan Jokowi!

Mantan pimpinan KPK Busyro Muqoddas mengatakan nasib lembaga antirasuah kini telah tamat di tangan pemerintahan presiden Jokowi. Hal ini ia sampaikan menyusul 75 pegawai KPK tak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK).

Padahal, semua pihak mengetahui, 75 pegawai yangtak lulus adalah sosok yang paling memiliki integritas tinggi dalam menuntaskan kasus korupsi di Indonesia. Bahkan menurut Ketua PP MUhammadiyah Bidang Hukum dan HAM ini, KPK telah dilemahkan sejak Jokowi mengirim surat Presiden ke DPR RI untuk merevisi UU KPK.

“Sejak UU KPK direvisi, dengan UU 19/2019, di tangan Presiden Jokowi lah KPK itu tamat riwayatnya. Jadi bukan dilemahkan, sudah tamat riwayatnya,” ujarnya, dalam keterangan resmi, kemarin.

Ia mengatakan, bahwa posisi KPK semakin hari makin lemah, terlebih Ketua KPK Firli Bahuri Cs terpilih menjadi pimpinan.  “LBH Muhammadiyah dari PP Muhammadiyah sampai wilayah-wilayah sudah resmi akan menjadi kuasa hukum bersama yang lain untuk kuasa hukum 75 orang itu,” jelas Busyro.

Adapun menurutnya, sebanyak 75 pegawai KPK tersebut harus dipulihkan kembali. Jadi.. memamg seharusnya  ke-75 orang itu harus dipulihkan kembali. Kalau tidak dilakukan Presiden, maka di era Presiden ini betul-betul remuk,” tegasnya.

Sosok yang pernah memimpin Komisi Yudisial mengaku heran, karena sampai saat ini pihak istana belum memberikan pernyataan terkait polemik yang terjadi di tubuh KPK.

Sementara itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) juga mengkritik keputusan KPK menonaktifkan para pegawai yang tak lulus TWK. Mereka tak setuju jika KPK menonaktifkan pegawai hanya karena tak lulus TWK.

“Saya berharap penonaktifan ini bersifat sementara saja. Penonaktifan bukan pemecatan. TWK tidak bisa dijadikan satu-satunya standar untuk memecat seorang pegawai yang sudah bertahun-tahun mengabdi di KPK,” kata Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lapkesdam) PBNU Rumadi Ahmad.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here