Astaga, Indonesia Ternyata Jadi Salah Satu Negara yang Tolak Resolusi PBB Untuk Pencegahan Genosida

Akun twitter milik lembaga swadaya masyarakat (LSM) PBB @UNWatch dalam cuitan terbarunya pada Kamis (20/5/2021) mengungkap hasil voting rapat pleno Sidang Umum PBB. Indonesia ternyata jadi salah satu negara yang tolak Resolusi PBB untuk pencegahan genosida

Sidang Umum PBB yang berlangsung selama dua hari sejak Senin (17/5/2021) hingga Selasa (18/5/2021) mengambil tema “The Responsibility to Protect (R2P) and the prevention of genocide, war crimes, ethnic cleansing, and crimes against humanity’. Acara itu juga menjadi bagian dari agenda formal sidang ke-75.

Rapat tersebut membahas soal kewajiban negara-negara untuk menjaga dan pencegahan genosida, kejahatan perang, pembersihan etnis dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Alhasil voting pada penutupan sidang menujukkan 115 negara bagian memberikan suara mendukung, 28 abstain dan 15 suara menentang.

Nah, yang sangat mengejutkan adalah Indonesia berada pada urutan 15 negara yang menentang.

Selain Indoneisa, ada Korea Utara, Kyrgyztan, Nicaragua, Zimbabwe, Venezuela, Burundi, Belarus, Eritrea, Bolivia, Rusia, China, Mesir, Kuba, dan Suriah.

Cuitan UN Watch ini mengundang reaksi netizen yang kecewa dengan negara-negara yang menolak. Netizen Indonesia juga menyampaikan kekecewaannya.

“Para pejabat indonesia yang membuat keputusan “NO” melanggar amanah dari konstitusi 1945,” tulis akun @Sastranegara.

“Mengapa perwakilan Indonesia memilih TIDAK? Kenapa? Ini adalah tindakan untuk mencegah genosida, kejahatan perang, dan kejahatan lain yang tidak dimaafkan terhadap kemanusiaan. Katakan padaku kenapa Sementara 115 negara memilih YA! KENAPA?” tanya akun @Alientidur yang ditulis dalam bahasa Inggris.

Namun ada juga yang coba menanggapinya dengan tenang bahwa yang memencet tombol NO bukan berarti mewakili suara semua rakyat di dalamnya.

“Dunia menyaksikan, meskipun negaranya bilang tidak, itu tidak mewakili jutaan rakyatnya yg mendukung Kemerdekaan Palestina. Ini justru semakin menampakan ketidak beresan didalamnya,” lanjut akun @Sastranegara.

Mengutip laman resmi Global R2P, dengan mayoritas negara bagian yang memberikan suara untuk resolusi bersejarah ini, maka negara-negara anggota PBB memutuskan untuk memasukkan R2P dalam agenda tahunan Majelis Umum dan secara resmi meminta agar Sekretaris Jenderal melaporkan setiap tahun tentang topik tersebut.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here