Antisipasi Bahaya Gelombang Kedua Covid-19, Ini Kata Konsul RI di India

Konsul Jenderal Indonesia di Mumbai, India, Agus Prihatin Saptono mengatakan, bahwa negara itu cukup sukses mengendalikan pandemi covid-19 sejak Maret 2020 hingga Desember 2020. Namun, relaksasi yang dilakukan pada tahun ini justru membuat peningkatan drastis kasus covid-19.

“Namun, terjadi relaksasi sejak awal tahun 2021 hingga Maret dan puncaknya April yang mengakibatkan adanya pengumpulan massa. Sehingga, kurva Covid-19 yang tadinya melandai kemudian memicu penambahan kasus,” ujarnya, dalam konferensi virtual BNPB dalam tema ‘Waspada Covid-19 di Indonesia: Belajar dari India, Rusia, dan Singapura, kemarin.

Menurutnya, pemerintah India sengaja melakukan relaksasi sebagai upaya pemulihan ekonomi. Namun, kerumunan juga terjadi seperti kegiatan keagamaan di Sungai Gangga dan kampanye pemilu justru rentan terhadap pengumpulan massa.

Agus menambahkan, yang menyebabkan terjadinya peningkatan kasus covid-19 di India adalah pada saat gelombang pertama selama 2020 hingga akhir tahun yang sama, puncak kasus Covid-19 secara nasional terjadi pada September 2020. Saat itu, dia melanjutkan, kasus harian mencapai rekor 95.750 per hari.

“Sementara pada saat gelombang kedua dimulai Maret 2021 dan jumlah kasus Covid-19 justru menunjukkan peningkatan drastis. Puncaknya adalah 22 April yaitu sebanyak 412.231 secara nasional,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, bahwa  jumlah kasus di nehara bagian Delhi lebih tinggi hingga membuat orang khawatir. Ia menyebutkan jumlah kasus negara bagian itu per 4 September 2020 sebanyak 22 ribu. Kemudian, jumlah kasus lebih tinggi saat gelombang kedua yaitu 68 ribu per hari per 13 April 2021. Namun, ia melihat kondisi di India kini berangsur-angsur membaik. “Terjadi penurunan kasus yang cukup bagus per 18 Mei,”  tutupnya.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here