Aksi Dukung KPK Libatkan Anak SMP, Dibayar Pula… KPAI Meradang!

Sejumlah massa aksi yang mendukung Ketua KPK Firli Bahuri belakangan menjadi polemik. Pasalnya. aksi dukungan tersbut melibatkan anak-anak.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengatakan, keterlibatan anak-anak dalam sebuah aksi demonstrasi tidak bisa dibenarkan. “Pelibatan anak di demo itu hal yang tidak dibenarkan,” tegas Wakil Ketua KPAI, Rita Pranawati, kemarin di Jakarta.

Bahkan menurutnya, siapapun yang melibatkan anak-anak dalam politik, yakni dalam demonstrasi itu harus diusut dan ditindak sesuai aturan hukum lantaran telah menyalahi UU Perlindungan Anak. “Siapapun yang melibatkan anak di politik jadi PR besar untuk ditindak siapa orang yang di balik demo melibatkan anak ini,” tutupnya.

Diketahui sebelumnya, sejumlah massa melakukan unjuk rasa dengan mendukung Firli. Namun, di lapangan terlihat banyak anak remaja yang diperkirakan masih duduk di bangku SMP. EV, salah satu peserta aksi Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Indonesia mengaku hanya ikut karena diajak temannya.

EV mengaku tidak mengetahui kasus apa yang melibatkan dirinya sehingga hadir dalam aksi tersebut. “Enggak.. enggak tau ikut teman aja,” ujarnya, di depan Gedung KPK, Jum’at (28/5) lalu.

Adapula DM yang mengaku masih sekolah kelas III SMP,  juga tak jauh berbeda dengan EV yang tidak banyak mengetahui maksud dan tujuan dari aksi tersebut. Ketika ditanya soal 51 pegawai KPK  yang dipecat Firli, ia mengatakan tidak tau menau soal hal itu.

“Nggak tau ya,” tegasnya, mengutip CNN.

Selain itu DM juga menyebutkan, bahwa dirinya diajak omnya dan akan mendapatkan bayaran. “Katanya sih dibayar. Nggak tahu (nominal bayarannya),” kata Damar.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here