Masalah Haji Bisa Picu Gejolak Besar di Indonesia!

Bicaralah.com - Masalah gagalnya pemberangkatan haji 2021 tentunya enjadi pil pahit bagi para calon jemaah di Indonesia. Bahkan menariknya, alasan pemerintah membatalkan hanya karena pandemi covid-19 di Indonesia, sementara banyak pihak yang menilai masih ada peluang bagi Indonesia melalui kuota 60 ribu jemaah yang diizinkan pihak setempat.

Selain itu, langkah ini juga sepertinya terburu-buru, karena dilakukan pemerintah tanpa ada dialog matang antara kedua negara. Kecewa, sudah pasti, karena masyarakat sudah bertahuntahun mengumpulkan biaya dan ini adalah tahun kedua pembatalan keberangkatan haji meski pada tahun pertama masih bisa dimengerti.

Apa yang dilakukan pemerintah mengenai pembatalan keberangkatan haji 2021 tentunya menjadi presden buruk bagi pemerintah. Seolah masayaakat menyimpan keraguan atas percepatan keputusan tersebut.

Ironisnya, pemerintah Arab Saudi juga belum mengumumkan mengenai nasib jemaah haji di Indonesia. Sebagaimana diketahui. laporan media dalam beberapa hari terakhir menyebutkan, kuota haji tahun ini adalah 60.000 jemaah, dengan perincian 15.000 dari dalam Saudi dan sisanya dari negara-negara lain.

Sebelum pandemi, jumlah total jemaah haji dari seluruh dunia sekitar 2,5 juta orang. Setiap tahun, Indonesia mengirim antara 168.000 hingga 220.000 jemaah.

Ironis, tak hanya 1 atau 10, bahkan banyak calon jemaah haji yang berusia senja di berbagai daerah yang memupuk harapannya untuk menjadi haji yang menjadi rukun Islam yang ke-5.

Harapan bangsa Indonesia terhadap pemerintah Jokowi makin pupus diberbagai sektor. ekonomi yang makin hari makin terperosok ke dalam jurang krisis, pendidikan di indonesia yang kian tak menentu, serta pengangguran yang makin melonjak karena banyak industri gulung tikar.

Jika pemerintah tak mampu menyelesaikan semua masalah yang ada Indonesia dari berbagai sektor tersebut, maka ini akan memicu gejolak yang sangat luar biasa dari masyarakat Indonesia.

Dengan eskalasi masalah yang ada, menandakan pemerintah tak mampu bekerja dengan baik, melakukan tata keloga negara sangat buruk, dan para menteri yang asik dengan euforia politik jelang Pemilu 2024 mendatang.

Sementara ironisnya, berbagai masalah yang dihadapi bangsa tak kunjung selesai, karena janji janji yang disampaikan pemerintah ‘jauh panggang dari api’. (tim redaksi)

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here