Cara Pandang “Pilih Kitab Suci atau Pancasila?”

Bicaralah.com - Gaduh di KPK akibat Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), kepada wadah pegawai di Komisi Anti Korupsi (KPK). Yang menarik, khusus pertanyaan yang dijawab, antara memilih kitab suci agama tertentu atau Pancasila? Pertanyaan tersebut menurut para penyelenggara TWK, merupakan pokok bahasan tentang kebangsaan.

Tentunya wawasan tentang bangsa Indonesia. menurut KBBI, bangsa adalah kelompok masyarakat yang bersamaan asal keturunan, adat, bahasa, dan sejarahnya, serta berpemerintahan sendiri. Indonesia terdiri dari bangsa-bangsa yang memiliki nasib yang sama. Persamaan nasib tak ingin dijajah sehingga bersatu padu mengusir penjajahan. Nasib yang sama untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Untuk itulah bangsa Indonesia.

Tes Wawasan Kebangsaan bukanlah hal mutlak dalam menguji tentang kebangsaan negara ini. Tapi, seharusnya cara pandang penyelenggaraan negara terkait keanekaragaman kultur, agama, adat dan istiadat, bahkan keluhuran yang begitu heterogen, mampu digali dan dimaksimalkan, melalui praktik kebijakan negara.

Antara Sektarianisme atau Ideologi?

Pertanyaan tes wawasan kebangsaan, tentang kitab suci atau Pancasila, apalagi menyebut kitab suci agama tertentu, tentu merupakan pertanyaan yang cenderung mengarah pada memilih sektarianisme atau ideologi. Sekte atau perbedaan denominasi berlatar agama dan politik. Sedangkan ideologi merupakan rumah untuk semua golongan, kaum, agama dan aliran kepercayaan apapun, dalam sebuah negara.

Pancasila sebagai jalan bagi kita semua. Kaum keumatan, kebangsaan, kerakyatan bahkan kaum nasionalis. Itulah ideologi kita, pedoman berbangsa dan bertanah air. Tak boleh dikebiri oleh sekte apapun. Tidak ada satu golongan di negara ini yang merasa paling superior atas golongan lainnya. Sebab Indonesia adalah kebhinekaan.

Untuk itu, apa yang sedang heboh di KPK, tentang wawasan kebangsaan, seharusnya memberi pencerahan kepada segenap bangsa Indonesia, khususnya “cara pandang” agar memahami dan membedakan, mana ideologi bangsa dan mana yang menjadi urusan golongan tertentu. Sebab Indonesia untuk semua dan semua untuk Indonesia melalui bintang arah sebagaimana Pancasila.

Oleh: Arkilaus Baho, Jubir DPP PRIMA urusan Papua dan Papua Barat

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here