Walkot Syahrial Didakwa Suap Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju Sebesar Rp1,6 Miliar

Persidangan kasus suap Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan, Sumatera Utara hari ini. Dimana dalam sidang, Syahrial didakwa telah menyuap penyidik KPK dari kepolisian, yakni AKP Stepanus Robin Pattuju sebesar Rp1,6 miliar.

Adapun dana tersebut untuk menutup kasus jual beli jabatan agar tidak naik ke penyidikan. “Muhammad Syahrial melakukan perbuatan yang harus dipandang sebagai satu perbuatan berlanjut, memberi atau menjanjikan sesuatu yakni memberikan uang seluruhnya sejumlah Rp1.695.000.000,00 kepada Stepanus Robin Pattuju,” ujar jaksa Budhi Sarumpaet saat membacakan surat dakwaan, Senin (12/7).

Selain itu, jaksa juga menyebut Syahrial selaku kader partai Golkar pada Oktober 2020 mengunjungi Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Azis Syamsuddin di rumah dinasnya, di Jalan Denpasar Raya, Kuningan, Jakarta Selatan.

Dalam persidangan juga dijelaskan, bahwa pada pertemuan itu, Syahrial dan Azis membicarakan seputar Pilkada yang akan diikuti oleh Syahrial di Kota Tanjungbalai. Kemudian, Azis menyampaikan kepada Syahrial akan mengenalkan Stepanus agar memantau proses keikutsertaannya dalam Pilkada 2020.

Bantuan yang ditawarkan Azis bukan tanpa sebab. Ada informasi laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai pekerjaan di Tanjungbalai dan perkara jual beli jabatan di Pemerintah Kota Tanjungbalai yang sedang ditangani oleh KPK.

“Sehingga terdakwa meminta Stepanus selaku penyidik KPK supaya membantu tidak menaikkan proses penyelidikan perkara jual beli jabatan di Pemerintahan Kota Tanjungbalai yang melibatkan terdakwa ke tingkat penyidikan agar proses Pilkada yang akan diikuti tidak bermasalah,” tegas jaksa.

“Atas permintaan terdakwa tersebut, Stepanus bersedia membantu. Selanjutnya terdakwa dan Stepanus saling bertukar nomor handphone,” sambungnya.

Sementara itu beberapa hari kemudian, Stepanus menghubungi temannya yang merupakan pengacara, Maskur Husain dan menyampaikan ada permintaan bantuan untuk mengurus perkara dari daerah Tanjungbalai.

Kemudian Maskur menyanggupi untuk membantu asalkan ada dana sebesar Rp1,5 miliar. Permintaan ini lantas disetujui oleh Stepanus untuk kemudian disampaikan kepada Syahrial.

“Setelah mendapat informasi dari Maskur, kemudian Stepanus menelepon terdakwa dan menyampaikan benar ada penyidik KPK yang melakukan kegiatan penggeledahan di Kabupaten Labuhanbatu Utara, tetapi tim penyidik KPK tersebut tidak akan datang ke Kota Tanjungbalai,” tutup jaksa.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here