Tok! Pejabat OJK Divonis 6 Tahun Penjara Terkait Kasus Jiwasraya

Terdakwa kasus Jiwasraya, yakni Fakhri Hilmi, yang merupakan Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II Otoritas Jasa Keuangan (OJK) divonis enam tahun penjara oleh majelis hakim. Hal ini melalui putusan perkara nomor 5/Pid.Sus-TPK/2021/PN Jkt.Pst tersebut, dibacakan hakim hari ini, Kamis (17/6) sore.

Ketua tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Feraldy Abraham Harahap menyatakan berfikir ulang tentang putusan hakim, yang lebih rendah 2 tahun dari tuntutan JPU selama 8 tahun. Namun Feraldy merasa puas karena dalam pertimbangannya, majelis hakim memasukkan semua argumentasi tim JPU dalam berkas tuntutannya. “Semua argumentasi kami diterima oleh majelis hakim,” tandas Feraldy, hari ini.

Namun demikian, Fakhir Hilmi langsung menyatakan banding atas putusan tersebut. Fakhri, seperti diutarakan Luhut Pangaribuan selaku kuasa hukumnya, langsung banding dengan alasan putusan tidak berdasarkan fakta persidangan dan hukum yang benar.

Diketahui, Luhut Pangaribuan merupakan kuasa hukum Fakhri Hilmi. Ia menyatakan, bahwa putusan majelis hakim tidak bisa membedakan Fakhri dan OJK. “Tidak bisa membedakan antara perbuatan jabatan dan pribadi,” jelasnya.

Adapun menurutnya, putusan majelis hakim salah besar dengan pertimbangan yang menyatakan Fakhri bersama-sama dengan Heru Hidayat cs. “Mereka (Fakhri dan Heru Hidayat cs) tidak melakukan apapun secara bersama. Ngawur,” tutupnya.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here