Taufik Basari: Polri Harus Usut Tuntas Peretasan ke Aktivis Anti Korupsi

Anggota Komisi III DPR fraksi NasDem, Taufik Basari mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus peretasan perangkat komunikasi para aktivis anti korupsi oleh pihak tertentu saat konferensi pers di akun YouTube Sahabat ICW terkait polemik tes wawasan kebangsaan (TWK) KPK.

“Polri harus mengusut dugaan adanya teror termasuk cyber teror kepada para pegiat anti korupsi, teror dan cyber teror berupa upaya peretasan akun whatsapp, e-Mail, sosial media dan teror telephone merupakan kejahatan dan tindak pidana yang diatur UU,” kata Taufik Basari kepada wartawan, Selasa (18/5/2021).

Ketua DPP NasDem ini meminta agar negara harus hadir melindungi warga negaranya dari kegiatan peretasan ini. Perlindungan ini, kata pria yang karib disapa Tobas ini harus diberikan kepada siapapun tanpa terkecuali.

“Karena itu negara harus hadir untuk memberikan perlindungan dan rasa aman bagi warga negaranya melalui penyelidikan kepolisian. Perlindungan dan rasa aman ini harus diberikan kepada siapapun warga negara Indonesia, dari kelompok manapun, dari berbagai latar belakang sikap politik apapun, karena itu adalah perintah konstitusi dan merupakan tugas serta tanggung jawab negara,” tukas Tobas.

Lebih lanjut, Tobas meminta agar para aktivis ICW yang terkena peretasan untuk segera melaporkan persoalan ini ke pihak kepolisian. Dia pun kembali mengingatkan tindakan cyber teror ini jika dibiarkan bisa meruntuhkan negara.

“Cara-cara cyber teror tidak boleh dibiarkan, siapapun pelakunya dan kepada siapapun tujuannya, karena bila dibiarkan terus menerus tanpa ada penindakan dapat meruntuhkan negara hukum dan demokrasi,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, sejumlah aktivis ICW mengalami peretasan mulai akun WhatsApp hingga Gojek siang tadi. Para aktivis tersebut diduga diretas pada saat acara diskusi ICW dengan para mantan petinggi KPK.

Hal tersebut dibenarkan oleh salah satu aktivis ICW, Nisa Rizkiah. Dia memastikan peretasan terhadap akun para aktivis ICW terjadi sekitar pukul 12.30 WIB hingga 12.45 WIB.

“Banyak sih ya yang kena retas. Tadi sebenarnya pertama banget tadi sekitar jam 12.45 WIB atau 12.30 WIB. Saya lupa jam pastinya, antara itu. Dua teman di ICW laporin di grup kalau akun WA mereka diretas, dan akun Telegram juga ada percobaan masuk dan gagal. Akun e-mail mereka juga coba diretas,” kata Nisa saat dihubungi, Senin (17/5/2021).

Nisa menyebut sejumlah aktivis ICW yang diduga diretas yakni dirinya, Almas Sjafrina, Egi Primayogha, Lola Easter, hingga Adnan Topan Husodo. Dia menyebut saat itu memang dirinya bersama para aktivis lainnya tengah melakukan kegiatan diskusi webinar melalui Zoom bersama mantan pimpinan KPK lainnya terkait pelemahan KPK.

 

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here