Saksi Sidang Kasus Bansos Ngaku Dimintai Uang Rp400 Juta Oleh Anak Buah Juliari Batubara

Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan bansos Covid-19 Jabodetabek tahun 2020 untuk terdakwa Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono  telah digelar di Pengadilan Tipikor, Jakarta, kemarin. Dalam persidangan itu Jaksa mencecar banyak pertanyaan kepada Direktur PT Total Abadi Solusindo, M Iqbal.

“Pernah diminta kontribusi?” tanya Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (15/6/2021).

“Diminta untuk kontribusi. Kontribusi untuk kegiatan operasional,” jawab Iqbal.

Adapun Iqbal mengaku permintaan uang kontribusi itu berasal dari Matheus dan Adi Wahyono.

Pemberian uang tersebut tidak ditentukan nominalnya, namun dirinya menyebut memberikan Rp 400 juta.

Mengenai permintaan uang kontribusi itu kata Iqbal, terjadi di sela pengerjaan paket bansos Jabidetabek tahap 9. Ia juga menambahkan, bahwa permintaan itu terjadi saat ia menanyakan apakah perusahaannya bisa ikut lagi di pengadaan bansos tahap berikutnya.

“Beliau nggak minta, cuma bilang ‘mas minta tolong kontribusi saja. Cuma saya bingung mau kasih apa akhirnya saya memberikan nilai nominal uang saja Rp400 juta,” lanjut dia.

Iqbal juga mengaku menyerahkan yang Rp400 juta di kantor Kemensos, tepatnya dir ruangan Adi Wahyono, yang juga dalam kesempatan tersebut hadir Matheus Joko Santoso.

diketahui, uang dimasukkan dalam tas dalam bentuk mata uang rupiah, dan diserahkan di atas meja ruang kerja Adi Wahyono. “Rp 400 juta dalam tas. Saya serahkan langsung di meja,” ungkapnya.

Sebagai informasi, PT Total Abadi Solusindo mendapat jatah pekerjaan bansos tahap 6, 9, dan komunitas. Dimana perusahaan itu mendapat jatah pengadaan dengan total 100 ribu paket.

Dua mantan PPK Kemensos, Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono didakwa bersama-sama mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara menerima uang dari sejumlah vendor pengadaan paket bansos sembako Covid-19.

Penerimaan suap itu dilakukan secara bertahap. Uang senilai Rp1,28 miliar diperoleh dari Harry Van Sidabukke dan Rp 1,96 miliar dari Ardian Iskandar Maddanatja.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here