Penyidik KPK Lakukan Intimidasi Saksi Kasus Bansos?

Dua penyidik KPK dilaporkan ke Dewan Pengawas karena dugaan pelanggaran etik. Adapun keduanya adalah Praswad Nugraha dan Muhammad Nur Yoga.

Praswa dan Yoga diduga melakukan intimidasi terhadap  Agustri Yogasmara, saksi perkara suap pengadaan bantuan sosial atau bansos covid-19.

“Bahwa penyidik KPK kan diisukan melakukan intimidasi terhadap saksi. Kami tegaskan bahwa tidak pernah terjadi intimidasi terhadap saksi apalagi kekerasan fisik,” kata March Falentino, yang merupakan kuasa hukum dari Praswad Nugraha, hari ini di Gedung KPK.

March menjelaskan, dalam melaksanakan tugas baik dalam penggeledahan dan pemeriksaan saksi, setiap penyidik KPK selalu mendokumentasikan tugasnya baik audio maupun video. Hal ini dilakukan sebagai fungsi kontrol bagi petugas penyidik maupun pihak yang digeledah.

Ia menambahkan, bahwa dalam pemeriksaan di KPK, ruangan direkam dan bisa dipantau secara real time oleh struktrual baik itu Dirdik, Deputi Penindakan maupun kelima pimpinan KPK.

“Jadi, apa yang dilakukan oleh penyidik itu bisa dikontrol, diawasi, dan selalu mengikuti SOP maupun peraturan perundangan yang berlaku,” tambahnya.

Adapun menurutnya, petugas penyidik bukanlah untuk membuat senang saksi atau pihak terkait lainnya. Penyidik bertugas mencari fakta, menegakkan hukum dan mencari kebenaran terkait suatu perkara yang ditangani.

March mengakatakan, setiap keluhan, perasaan ketidaksukaan yang dirasakan tersangka, saksi atau pihak terkait lainnya itu ditindaklanjuti dengan sidang etik akan menjadi preseden buruk KPK maupun penegakan hukum pada umumnya. Hal ini lantaran proses etik ini mempengaruhi jalannya penyidikan.

“Karena penyidik harus meluangkan waktu, tenaga maupun konsentrasi yang terbagi-bagi dalam melaksanakan penyidikan maupun proses etik ini,” tutupnya.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here