Nurdin Abdullah Ngaku Terima 150 Ribu Dolar Singapura

Gubernur Sulawesi Selatan nonaktif Nurdin Abdullah mengakui bahwa dirinya telah menerima uang sebanyak 150 ribu dolar Singapura pada 2019 lalu. Hal ini ia ungkapkan dalam persidangan saat menjadi saksi atas terdakwa Agung Sucipto.

Nurdin menjelaskan, untuk pemenangan salah satu pasangan calon Bupati Bulukumba Tommy Satria-Andi Makkasau pada Pilkada 2020.

“Benar uang itu dibawa oleh Pak Anggu dan itu untuk kepentingan Pilkada Bulukumba,” ujar Nurdin Abdullah menjawab pertanyaan JPU KPK Ronald Ferdinand Worotikan secara virtual di Makassar, Kamis (10/6/2021).

Namun demikian, dirinya membantah jika uang 150 ribu dollar Singapura itu digunakan sebagai suap untuk mendapatkan proyek infrastruktur yang dilelang oleh Pemprov Sulsel.

“Uang itu tidak ada hubungan dengan segala jenis proyek, uang itu untuk memenangkan pasangan calon kita di Bulukumba,” tegasnya.

Nurdin menyebut, bahwa uang 150 ribu dollar Singapura atau setara 1,5 miliar rupiah itu akan digunakan untuk membayar upah saksi dari pasangan calon juga membiayai kegiatan partai politik.

Ia menambahkan, uang tersebut tidak ada hubungannya dengan proyek. “Itu murni untuk kegiatan politik, tidak sangkut paut dengan proyek-proyek. Pak Anggu selain kontraktor, juga sebagai pengurus salah satu parpol di Bulukumba,” ucapnya.

Sebelumnya, tim KPK mengelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap sejumlah orang di jalan Sultan Hasanuddin terkait dugaan suap, usai menerima laporan pada Jumat (26/2) malam. Direktur Utama PT Agung Perdana Bulukumba Agung Sucipto diketahui kala itu memberikan uang melalui Edy Rahmat, selalu Sekretaris Dinas PUTR Sulsel.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here