KPK Ringkus 10 Orang Dalam OTT Bupati Nganjuk

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ringkus 10 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat terkait dengan dugaan suap jual-beli jabatan.

“Informasi yang kami terima sejauh ini, tim gabungan telah melakukan permintaan keterangan atas dukungan jajaran Polres Nganjuk, terhadap sekitar 10 orang yang diamankan. Di antaranya Kepala Daerah dan beberapa ASN di Pemkab Nganjuk,” kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, kepada wartawan, Senin (10/5/2021).

Dalam OTT itu, KPK, kata Ali, juga mengamankan uang dalam pecahan rupiah. Dia belum menjelaskan detail uang tersebut dari dan ditujukan ke siapa.

“Adapun bukti yang ditemukan dan diamankan di antaranya berupa uang dalam pecahan rupiah yang saat ini masih dilakukan penghitungan dan dikonfirmasi kepada beberapa pihak yang telah diamankan tersebut,” kata Ali.

“Perkembangannya akan kami sampaikan lebih lanjut,” sambungnya.

Sebelumnya, Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat ditangkap KPK karena diduga menerima suap terkait jual-beli jabatan. Uang ratusan juta rupiah juga disita KPK dalam OTT Rahman.

Status Rahman masih sebagai terperiksa. KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang terjerat OTT Bupati Nganjuk.

Kabarnya, Kasatgas Penyelidik dalam OTT Bupati Nganjuk adalah Harun Al Rasyid. Harun merupakan satu di antara 75 pegawai KPK yang dinyatakan tidak memenuhi syarat sebagai ASN karena disebut tidak lulus tes wawasan kebangsaan yang kontroversial itu.

Harun juga dikenal aktif di Wadah Pegawai atau WP KPK dan pernah pula menjadi Ketua WP KPK. Nama Harun juga sempat mencuat kala menjadi salah satu penggugat perihal hak angket DPR terhadap KPK tahun 2017 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Terlepas dari itu, Harun sendiri mengakui dirinya sebagai kasatgas penyelidik dalam OTT Bupati Nganjuk kali ini.

“Insyaallah,” jawab Harun dilansir detik.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here