Kemenhub Perketat Aturan ‘Setelah’ Mafia Karantina di Bandara Ditangkap!

Ditangkapnya oknum mafia karantina di Bandara Soekarno-Hatta menjadi sorotan publik. Pasalnya, oknum tersebut membantu meloloskan WNI yang baru datang dari India dengan menerima sejumlah uang, sehingga WNI tersebut tidak mengikuti proses karantina selama 14 hari.

Kementerian Perhubungan menjelaskan tujuh tahapan ketat proses penerbitan pas bandara sesuai ketentuan dalam PM 33/2015 tentang Pengendalian Jalan Masuk (Access Control) Ke Daerah Keamanan Terbatas di Bandar Udara.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto menjelaskan berkaitan dengan pas bandara yang memungkinkan petugas untuk mendapatkan akses di dalam bandara, Kantor Otoritas Bandara Wilayah I Soekarno-Hatta melakukan sesuai dengan tahapan yang ketat.

Adapun langkah pertama dimulai dari instansi mengajukan permohonan akun dan kuota pas bandara yang diberikan. Kedua, dilakukan evaluasi terhadap permohonan yakni area dan kuota yang diajukan.

Kemudian yang ketiga, setelah instansi mendapatkan akun, instansi mengajukan permohonan pas bandara secara daring dengan persyaratan di antaranya surat pernyataan dari atasan di tempat pemohon bekerja, daftar riwayat hidup, identitas diri (KTP, paspor atau KITAS), SKCK dari kepolisian, SK pegawai atau kontrak kerja dari instansi serta pakta integritas (khusus protokol instansi/lembaga)

Sementara yang keempat, dilakukannya pemeriksaan kesesuaian berkas permohonan. Kelima, security awareness dan evaluasi dengan computer based test (CBT) secara daring. Selanjutnya keenam, dilakukan background check atau pemeriksaan data latar belakang. Terakhir atau ketujuh, adalah foto dan finger print.

“Jika sudah sesuai dari urutan pertama hingga ketujuh, pas bandara dapat diterbitkan dan melakukan pembayaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya melalui keterangan tertulis Rabu (28/4/2021).

Novie menambahkan, bahwa Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I yang merupakan bagian dari Ditjen Perhubungan Udara dan membawahi wilayah kerja Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, siap bekerja sama untuk kelancaran proses investigasi. Seperti diketahui, varian baru virus corona telah muncul di India.

Pemerintah Indonesia mengambil tindakan pencegahan penyebaran dengan memberlakukan karantina selama 14 hari bagi WNI yang baru tiba dari India.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here