Intip Deh, Anak Buah Sri Mulyani Ini Kena Suap Banyak Banget!

Kasus suap soal kewajiban pajak yang melibatkan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak Angin Prayitno sepertinya kian terang benderang. Kini, KPK menyebutkan, PT Bank Panin menjanjikan suap kepada Angin sebesar Rp25 miliar.

Ketua KPK, Firli Bahuri mengatakan, uang itu bertujuan agar jumlah kewajiban pembayaran pajak disesuaikan dengan keinginan dari Panin Bank atau pihak yang mewakili wajib pajak, dimana uang tersebut diberikan oleh Veronika Lindawati kepada anak buah Menkeu Sri Mulyani tersebut.

Diketahui, Veronika sejauh ini diduga sudah memberikan suap sebesar SGD 500 ribu atau sekitar Rp 5,39 miliar (kurs Rp 10.796). “Total komitmen sebesar Rp 25 miliar,” kata Firli dalam konferensi pers di Gedung KPK, kemarin.

Firli menjelaskan, uang suap itu diberikan agar Angin dan Dadan Ramdani selaku Kepala Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan pada Ditjen Pajak membantu mengurus pemeriksaan Bank Panin untuk pajak 2016.

Sebagai informasi, Veronika Lindawati memiliki sejumlah jabatan di perusahaan grup Panin. Sejak 2010 hingga sekarang, dia tercatat sebagai Komisaris PT Paninkorp, Komisaris PT Panin Investment (2010-sekarang), Komisaris Independen PT Clipan Finance Indonesia Tbk (2007 sampai sekarang), dan Financial Controller PTWisma Jaya Artek (2002-sekarang).

Veronika memulai kariernya sebagai head of book keeping PT Bank Panin Tbk pada 1995-1997. Dalam melakukan pemeriksaan itu, Angin bersama Dadan diduga menyetujui, memerintahkan, dan mengakomodasj jumlah kewajiban pembayaran pajak yang bisa disesuaikan.  “Pemeriksaan perpajakan juga tidak berdasarkan ketentuan perpajakan yang berlaku,” tegas Firli.

Selain itu, Angin dan Dadan juga diduga menerima suap terkait pemeriksaan pajak PT Gunung Madu  Plantations untuk pajak 2016 dan PT Jhonlin Baratama untuk pajak 2016 dan 2017.

Terkait hasil pemeriksaan pajak untuk tiga wajib pajak itu, Angin Prayitno Aji dan Dadan diduga menerima suap dari Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Maghribi sebagai perwakilan PT Gunung Madu Plantations sebesar Rp 15 miliar pada periode Januari hingga Februari 2018.

Angin dan Dadan juga diduga menerima suap sebesar total SGD 3 juta yang diserahkan oleh Agus Susetyo sebagai perwakilan PT Jhonlin Baratama pada Juli-September 2019. Firli memastikan, penyidikan kasus dugaan suap ini tidak akan berhenti dengan menetapkan enam orang sebagai tersangka.

Tim penyidik KPK kata Firli, akan terus mengembangkan dan mengusut kasus ini. Tak tertutup kemungkinan, dari pengembangan tersebut, KPK akan menetapkan tersangka baru atau bahkan menerapkan pasal pencucian uang.

“Kenapa saya katakan awal? Saat ini kami mengusut kasus suap terkait penerimaan hadiah atau janji tetapi tadi disampaikan apakah kita berhenti di sini tentu tidak, karena tindak pidana korupsi harus buktikan suap dan bagian korupsinya sekaligus kita lihat apakah tindak pidana lain yaitu tindak pidana pencucian uang,” pungkasnya.

Saat ini, lembaga antirasuah itu telah menetapkan Angin Prayitno Aji serta Dadan Ramdani sebagai tersangka kasus dugaan suap pemeriksaan perpajakan 2016 dan 2017 di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemkeu).

Tak hanya itu, dalam kasus ini, KPK juga menjerat Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Maghribi selaku konsultan pajak PT Gunung Madu Plantations, Veronika Lindawati selaku kuasa wajib pajak PT Bank Pan Indonesia atau Bank Panin, dan Agus Susetyo selaku konsultan pajak terkait pemeriksaan pajak PT Jhonlin Baratama.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here