ICW Ungkap 9 Pola Peretasan Perangkat Komunikasi Aktivis Saat Jumpa Pers Kritisi Tes Wawasan Kebangsaan KPK

Peneliti ICW, Wana Alamsyah, membeberkan adanya upaya pihak tertentu untuk meretas perangkat komunikasi aktivis saat konferensi pers di akun YouTube Sahabat ICW terkait polemik tes wawasan kebangsaan (TWK). Setidaknya ada 9 pola yang dilakukan oknum itu untuk membobol forum ICW.

“Penting untuk diingat, bahwa upaya pembajakan ini bukan kali pertama terjadi pada aktivis masyarakat sipil. Sebelumnya, pada kontroversi proses pemilihan Pimpinan KPK, revisi UU KPK tahun 2019, UU Minerba, serta UU Cipta Kerja praktik ini pernah terjadi,” ucap Wana kepada wartawan, Senin (17/5/2021).

Sembilan pola yang diungkap Wana antara lain sebagai berikut:

– Pertama, menggunakan nama para pembicara untuk masuk ke media Zoom;
– Kedua, menggunakan nama para staf ICW untuk masuk ke media Zoom;
– Ketiga, menunjukkan foto dan video porno di dalam ruangan Zoom;
– Keempat, mematikan mik dan video para pembicara;
– Kelima, membajak akun ojek online Nisa Rizkiah puluhan kali guna mengganggu konsentrasinya sebagai moderator acara;
– Keenam, mengambil alih akun WhatsApp kurang-lebih 8 orang staf ICW. Sebagian nomor ada yg di-take over, sebagian sudah berhasil dipulihkan, sedangkan beberapa orang lainnya mengalami percobaan;
– Ketujuh, beberapa orang yang nomor WhatsApp-nya diretas sempat mendapatkan panggilan telepon masuk menggunakan nomor luar negeri (Amerika Serikat) dan puluhan kali dari nomor asal provider Telkomsel.
– Kedelapan, percobaan mengambil alih akun Telegram dan e-mail beberapa staf ICW. Namun upaya pengambilalihan gagal;
– Kesembilan, tautan yang diberikan kepada pembicara Abraham Samad tidak dapat diakses tanpa alasan yang jelas.

Wana mengungkap, upaya peretasan bukan hanya dialami oleh ICW. Anggota LBH Jakarta dan Lokataru mengalami hal serupa.

ICW menduga upaya peretasan ini dilakukan oleh pihak yang tidak sepakat dengan advokasi masyarakat sipil soal penguatan pemberantasan korupsi.

“Pembungkaman suara kritis warga melalui serangan digital merupakan cara baru yang antidemokrasi. Maka dari itu, kami mengecam segala tindakan-tindakan itu dan mendesak agar penegak hukum menelusuri serta menindak pihak yang ingin berusaha untuk membatasi suara kritis warga negara,” katanya.

Dalam upaya peretasan kemarin, konferensi pers di YouTube ICW tiba-tiba dimasuki oleh pihak yang mencatut nama Abraham Samad. Disertakan juga tampilan konten pornografi di tengah-tengah jalannya konpers.

Saat mantan pimpinan KPK Muchamad Jasin tengah menyampaikan pernyataannya, tiba-tiba layar beralih ke akun bernama Abraham Samad yang menampilkan tangan menyodorkan layar ponsel yang menampilkan gambar mesum.

Masuknya akun Zoom mencatut nama Abraham Samad menjadi tanda tanya. Sebab, sepanjang konpers berlangsung, yang bersangkutan tidak hadir karena kesulitan masuk bergabung dalam diskusi tersebut.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here