Dosen Unej Pelaku Kekerasan Seksual Bebas, Mahasiswa Ngamuk!

Bicaralah.com -

Dosen seharusnya menjadi sosok yang dapat membantu mahasiswa menjadi salah generasi penerus bangsa yang mampu bersaing untuk masa depan Indonesia. Namun, apa yang dilakukan oleh oknum RH, dosen Universitas Jember (Unej) ini betul-betul tidak terpuji.

Bagaimana tidak, ia tega melakukan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umut. Akibatnya, tak sedikit mahasiswa kampus tersebut yang menggelar aksi agar sang dosen dipecat dari kampus.

“Kami mendesak agar polisi serius mengusut kasus kekerasan seksual yang melibatkan RH. Segera periksa dan tahan dosen RH,” kata koordinator aksi, Deviana Rizka.

Adapun aksi yang dilakukan oleh para mahasiswa dilakukan dengan berbagai ragam, seperti pertunjukan, orasi dan musik hingga teaterikal. Deviana mengatakan, aksi ini digelar lintas kampus dan lintas elemen. Semua terikat oleh pandangan yang sama, yakni melawan kekerasan seksual.

“Kita mengkampanyekan agar masyarakat untuk tidak memberi stigma kepada korban kekerasan seksual. Justru mereka harus didukung. Kita memberi pengawalan terhadap para korban,” tegasnya.

Ia menambahkan, bahwa mahasiswa akan terus mendesak agar Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) bisa segera disahkan. Sebab, regulasi tersebut lebih spesifik mengatur kasus kekerasan seksual ketimbang KUHP.

“Kami meminta pemerintah dan DPR untuk segera mengesahkan RUU PKS, karena regulasi itu lebih spesifik mengatur kasus kekerasan seksual. Juga lebih memberikan perlindungan terhadap korban,” tutupnya.

Sebelumnya diketahui,Rektor Universitas Jember (Unej) Iwan Taruna akhirnya membebastugaskan sementara dosen Fisip Rachmat Hidayat. Keputusan tersebut diambil setelah mendengar rekomendasi Tim Investigasi yang dibentuk khusus setelah mendapat laporan berbagai pihak soal dugaan tindak pencabulan yang dilakukan Rachmat terhadap anak di bawah umur.

“Rekomendasi tim pemeriksa ini langsung direspon oleh Rektor dengan mengeluaran Surat Keputusan (SK) Nomor 6954/UN25/KP/2021 tentang pembebasan sementara dari tugas jabatan Koordinator Program Magister (S-2) Program Studi Ilmu Administrasi Fisip Universitas Jember,” kata Humas Unej dalam rilisnya, Kamis (15/4) lalu. (Ludi/Jatim)

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here