Dicecar Jaksa, Politisi PDI-P Ihsan Yunus Akui Arahkan Yogas untuk Dapatkan Proyek Bansos!

Hadir sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus bansos, mantan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI-P Ihsan Yunus mengakui bahwa dirinya telag mengarahkan Agustri Yogasmara untuk mendapat proyek pengadaan bansos covid-19 di Kementerian Sosial.

Adapun yang dimaksud Ihsan adalah menagrahkan Yogas untuk menghubungi Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kemensos, M. Syafi’i Nasution di wilayah Jabodetabek.

“Dia Yogas)bilang waktu itu dia butuh bantuan dari Kemensos, Kemenkes, dia tahu saya di Komisi VIII,” tegasnya, saat bersaksi untuk terdakwa mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara, di Pengadilan Tipikor Jakarta, hari ini.

Dalam kesaksian tersebut, Ihsan mengungkapkan perkenalan dengan sosok yang akrab disapa Yogas tersebut melalui kakak iparnya. Yogas kemudian mengabari Ihsan menanyakan proyek yang bisa digarap.

Disinilah kata Ihsan, ia meminta Yogas untuk menemui Syafi’i di Kemensos. Namun, jaksa menanyakan kepada Ihsan terkait laporannya ke saudaranya terkait program kerja tersebut.

“Yang jadi pertanyaan kenapa pada saat dia mau mengikuti program bansos, kan dia tahu dari saudara bahwa ada program bansos untuk Jabodetabek. Kenapa melaporkan pada saudara kalau dia mau ikut?” tanya jaksa.

Ihsan mengatakan, bahwa dirinya ditelpon. “Izin pak, dia enggak melaporkan. Dia telepon saya, cerita-ceritalah kami tentang Covid-19 waktu itu, semua lagi susah,” jelas Ihsan.

Jaksa kembali mencecar Ihsan dan mempertanyakan mengapa proyek tersebut harus melalui dirinya. “Tadi jawaban saudara setelah dia menghadap Pak Syafii Nasution beberapa hari kemudian menghubungi saudara kembali, ada memang program saya ikut. Kenapa harus melalui saudara, bertanya pada saudara kalau dia mau ikut?” tanya jaksa lagi,

Ihsan kemudian menjawab, bahwa dirinyalah yang mengusulkan agar Yogas mendatangi Syafi’i. ”Ya kan kemarin saya yang mengusulkannya ke Pak Syafii. Etikanya dia harus lapor sama saya,” sambung Ihsan.

Diketahui, dalam sidang tersebut, Ihsan mengaku tidak mengetahui perusahaan berikut jumlah kuota yang diterima oleh Yogas.

Namun jaksa spertinya tak pecaya begitu saja. “Yogas menggunakan perusahaan apa?” tanya jaksa.

“Enggak tahu,” kata Ihsan.

Dimana dalam fakta persidangan sebelumnya, Yogas disebut memiliki jatah 400.000 paket bansos untuk tahap 1 hingga 12. Paket itu diduga dimiliki bersama-sama oleh Ihsan dan adiknya, Muhammad Rakyan Ikram alias Iman Ikram.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Juliari didakwa menerima suap senilai total Rp32,4 miliar terkait dengan penunjukan rekanan penyedia bansos Covid-19 di Kemensos. Uang itu dipakai Juliari untuk berbagai macam keperluan, seperti kunjungan kerja ke sejumlah daerah.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here