Babak Baru Kasus Bansos, Nama Ketua dan Wakil Komisi VIII Yandri Susanto Ace Hasan Syadzily Muncul di Persidangan!

Kasus korupsi bansos kini kembali pada babak baru. Dimana nama Ketua Komisi VIII DPR RI asal PAN Yandri Susanto dan Wakilnya yakni Ace Hasan Syadzily asal Golkar disebut-sebut dalam persidangan dengan terdakwa mantan Menteri Sosial Juliari Batubara.

Kedua nama tersebut diketahui, bermula pada saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutar rekaman sadapan perbincangan antara saksi Dirjen Linjamsos Kemensos, Pepen Nazaruddin dengan Ketua Sekretariat Komisi VIII DPR RI Sigit Bawono.

Adapun rekaman itu diputar saat Pepen bersaksi untuk terdakwa Juliari Batubara. Menarik, karena di dalam perbincangan tersebut, muncul nama Yandri Susanto hingga Ace Hasan Syadzily.

Disebut dalam perbincangan antara Pepen dan Sigit Bawono diduga membahas soal jatah proyek bansos Covid-19. Percakapan tersebut terjadi sekitar pada November 2020.

Nah, ini dia percakapan antara Pepen dan Sigit:

Pepen : hari H hati-hati, selasa atau apa engga habis dari itu aku nanti kita ketemulah sengaja di situ

Sigit : ketemu sama saya?

Pepen : he, eh

Sigit : iya tapi…. A… Adi

Pepen : ee…eee..ee

Sigit : Wahyono bawa sekalian itu, saya tadi ee…. ee…. buat januari jangan dikasih lagi

Pepen : oh gitu? Heeh boleh

Sigit : paling bagus saya, punya saya itu kemarin buat percontohan, kurang ajar Adi Wahyono

Pepen : apanya yang bagus? Itunya?

Sigit : barang-barangnya…

Pepen : yang ada di Wahyono

Sigit : yang kemarin yang bansosnya…

Pepen : oh.

Sigit : yang dari saya yang paling bagus, berasnya premium, susunya bendera, buat percontohan ini baru bener kaya gini, ke pt pt yang lain

Pepen : he, eh

Pepen : Kang Ace habis pulang itu bos, soalnya enggak bisa ditinggal ruang menteri. Masuk.

Sigit : (suara tidak jelas) nanti sama Adi Wahyono panggil. Adi Wahyono wes nakal

Pepen : ha…

Sigit : kita minumin aja dia

Pepen : ya nanti si Adi suruh hubungi si itu ya?

Sigit : hah?

Pepen: (suara tidak jelas), Adi

Sigit : Adi

Pepen : ndak lah nanti Adi

Sigit : Enggak. Gini, ye its eee suruh-suruh diplotingin dulu saya suruh dikasih. Katanya saya kasih 25 atau berapa untuk Adi itu ngomong. Halo

Pepen: yaudah nanti kasih tau si Adi ya

Sigit : yaya yaya

Pepen : yo yo yo

Jaksa kemudian mengonfirmasi terkait munculnya beberapa nama. Nama yang muncul dalam perbincangan tersebut yakni, Yandri dan Ace, hal ini setelah rekaman tersebut didengarkan dalam persidangan.

“Saksi tadi ada disebut nama Pak Yandri sama Pak Ace, siapa itu bisa dijelaskan?,” tanya Jaksa KPK Ikhsan Fernandi kepada Pepen Nazaruddin di ruang sidang Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (10/5/2021).

“Itu Ketua Komisi VIII dan Wakil Ketua,” jawab Pepen

Jaksa kembali memperjelas apa yang dibahas Pepen dengan Sigit Bawono dalam percakapan tersebut. “Saat itu membicarakan apa?,” ujar Jaksa Ikhsan kembali bertanya ke Pepen.

“Ini kalau tidak salah saya, akan ada pembahasan RDP dengan kita, namun kita belum siap,” timpal Pepen.

“Apakah terkait juga bansos?,” tanya jaksa.

“Bukan, itu RDP biasa, program,” klaim Pepen.

Lebih lanjut, Jaksa Ikhsan kembali menggali keterangan Pepen Nazaruddin ihwal kaitan Yandri Susanto dan Ace Hasan Syadzily dalam percakapan dengan Sigit Bawono tersebut.

“Apa kaitannya Pak Sigit ini, Pak Yandri, Pak Ace, ini saudara bicara dengan komisi VIII kan?,” Cecar Jaksa ke Pepen.

“Kalau itu untuk dalam rangka dengar pendapatnya. Jadi kalau kami berhalangan, bicarakan dulu dengan ketua. Gitu,” dalih Pepen.

Sebagai informasi, dalam perkara ini, JuliariPeter Batubara didakwa menerima suap sebesar Rp32.482.000.000 (Rp32 miliar) dari para pengusaha yang menggarap proyek pengadaan Bansos untuk penanganan Covid-19.

Adapun puluhan miliar uang dugaan suap untuk Juliari Batubara itu berkaitan dengan penunjukan sejumlah perusahaan penggarap proyek bansos Covid-19. Diantaranya yakni, PT Pertani, PT Mandala Hamonganan Sude dan PT Tigapilar Agro Utama.

Terkini

Artikel Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here